Peluang Mobil Listrik di Indonesia Terbuka, Kadin Ungkap Ini yang Diperlukan untuk Pengembangan

Terbitnya Perpres mobil listrik dinilai sebagai tonggak baru dalam regulasi pengembangan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Peluang Mobil Listrik di Indonesia Terbuka, Kadin Ungkap Ini yang Diperlukan untuk Pengembangan
kompas otomotif
Mobil listrik BMW i3s yang ikut nangkring di GIIAS 2019, 

Saat ini, kata dia, Industri otomotif Indonesia telah menjadi sebuah pilar penting dalam sektor manufaktur, hal ini terbukti banyak perusahaan mobil yang membuka (kembali) pabrik-pabrik manufaktur mobil dalam upaya meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia.

Terlebih lagi, Indonesia mengalami transisi yang luar biasa karena berubah dari hanya menjadi tempat produksi mobil untuk diekspor, terutama untuk wilayah Asia Tenggara menjadi pasar penjualan (domestik) mobil yang besar karena meningkatnya produk domestik bruto (PDB) per kapita.

Seperti diketahui, terbitnya Perpres No. 55/2019 mendukung kebijakan pemerintah sebelumnya, yakni Perpres No. 22/2017 tentang rencana umum energi nasional yang salah satunya mengamanatkan untuk mengembangkan kendaraan berteknologi listrik sebanyak 2.200 unit mobil listrik dan 711.000 unit mobil hybrid serta 2,1 juta unit sepeda motor listrik pada 2025.

"Kendaraan ramah lingkungan adalah tren global. Terlihat dari armada mobil listrik yang terus bertumbuh," kata Rosan.

SERAHKAN KUNCI - Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor Yoshihiro Nakata (kiri) menyerahkan kunci mobil kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu (4/7). Toyota menyerahkan 6 unit Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle kepada Kementerian Perindustrian dan 6 perguruan tinggi negeri untuk bersama melakukan riset dan studi tentang pentahapan teknologi mobil listrik.
SERAHKAN KUNCI - Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor Yoshihiro Nakata (kiri) menyerahkan kunci mobil kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu (4/7). Toyota menyerahkan 6 unit Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle kepada Kementerian Perindustrian dan 6 perguruan tinggi negeri untuk bersama melakukan riset dan studi tentang pentahapan teknologi mobil listrik. (Warta Kota/Alex Suban)

Kajian Centre for Solar Energy and Hydrogen Research Baden-Wrttemberg yang berbasis di Stuttgart, Jerman (2019) menyebutkan bahwa populasi mobil listrik di dunia sudah mencapai 5,6 juta unit, naik 64% dibandingkan pada 2018.

Pasca pemberlakuan Perpres No. 55/2019 membawa peluang kerjasama bagi industri kendaraan yang sudah ada dengan industri pendukung KBL Berbasis Baterai dalam negeri.

Selain itu, Perpres No. 55/2019 juga mengamanatkan Penggunaan TKDN, yakni bagi kendaraan beroda dua dan atau tiga pada 2019 - 2023 TKDN minimum sebesar 40%, 2024 - 2025 TKDN minimum sebesar 60%, 2026 dan seterusnya TKDN minimum sebesar 80%.

BACA JUGA:

Mobil Listrik Tak Semata Urusan Produksi, Toyota Sebut Ada Kegelisahan Konsumen soal Untung Rugi

Perpres Mobil Listrik Sudah Ditandatangani Jokowi, Ini Kata Distributor Spare Part

Halaman
123
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved