Peluang Mobil Listrik di Indonesia Terbuka, Kadin Ungkap Ini yang Diperlukan untuk Pengembangan

Terbitnya Perpres mobil listrik dinilai sebagai tonggak baru dalam regulasi pengembangan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Peluang Mobil Listrik di Indonesia Terbuka, Kadin Ungkap Ini yang Diperlukan untuk Pengembangan
kompas otomotif
Mobil listrik BMW i3s yang ikut nangkring di GIIAS 2019, 

Sementara untuk kendaraan beroda empat dan atau lebih, pada 2019 - 2021 TKDN minimum sebesar 35%, 2022 - 2023 TKDN minimum sebesar 40%, 2024 - 2029 TKDN minimum sebesar 60%, 2030 dan seterusnya TKDN minimum sebesar 80%.

Rosan mengatakan, produsen kendaraan membutuhkan dukungan pemerintah berupa infrastruktur dan insentif demi melancarkan terlaksananya proyek mobil listrik.

Perpres 55/2019 juga harus diharmonisasi dengan kebijakan lainnya agar dalam implementasinya berjalan baik dan tidak tumpang tindih. (*)

Artikel ini sudah dimuat di kontan.co.id dengan judul Kadin bilang pengembangan kendaraan listrik butuh insentif.

Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved