Ibu Kota Baru

Ibu Kota Negara di Kaltim, Harga Tanah di Sepaku, Penajam Naik Dua Kali Lipat

Harga tanah yang diprediksi menjadi lokasi Ibu Kota Negara pun melonjak sampai berlipat-lipat.

Ibu Kota Negara di Kaltim, Harga Tanah di Sepaku, Penajam Naik Dua Kali Lipat
Kolase Tribunkaltim.co
Maket salah satu desain Ibu Kota Baru RI versi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia yang akan diterapkan di Pulau Kalimantan nanti. 

TRIBUNKALTIM.CO-  Ibu Kota Negara di Kaltim, Harga Tanah di Sepaku, Penajam Naik Dua Kali Lipat

Presiden Joko Widodo secara resmi telah mengumumkan pemindahan Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur.

Pasca pengumuman tersebut, para spekulan atau makelar tanah mulai bermunculan untuk mencari lokasi yang strategis di dekat Ibu Kota Negara. Harga tanah yang diprediksi menjadi lokasi Ibu Kota Negara pun melonjak sampai berlipat-lipat.

Lahan yang sebelumnya kurang dilirik atau kurang laku dijual, kini sudah mulai dilirik para spekulan tanah. Bukan hanya di wilayah Samboja, Kutai Kartanegara yang banyak dilirik, namun juga di Kecamatan Sepaku yang menjadi lokasi Ibu Kota Negara.

Peta Kalimantan Timur titik lokasi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara dan lokasi kawasan Samboja Kabupaten Penajam Paser Utara yang disorot sebagai lokasi Ibu Kota Baru Republik Indonesia.
Peta Kalimantan Timur titik lokasi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara dan lokasi kawasan Samboja Kabupaten Penajam Paser Utara yang disorot sebagai lokasi Ibu Kota Baru Republik Indonesia. (Kolase Tribunkaltim.co)

Bahkan harga lahan di sejumlah desa di Sepaku melonjak tinggi.

Seperti  yang disampaikan Kepala Desa Tengin Baru, Mauladin. Ia mengatakan, bahwa pasca pengumuman lokasi Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kecamatan Sepaku banyak yang mulai mendatangi.

Karena ia mengatakan, Kecamatan Sepaku merupakan lokasi yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kukar. "Banyak sudah yang datang ke sini untuk cari-cari lahan," katanya.

Bahkan satu dua hari ini lanjut Mauladin, beberapa orang yang mengaku dari Jakarta datang untuk mensurvei lahan. "Mereka baru sekadar tanya-tanya saja mengenai lahan. Mereka katanya mau membeli lahan," ucapnya.

Selain banyak yang mulai berdatangkan, warga juga sudah mulai menaikkan harga tanah mereka. Mereka tak menjual perpirkan atau permeter, namun satu hektare. Mauladin mengungkapkan, bahwa sejak diputuskan Ibu Kota Negara di PPU dan Kukar, harga lahan langsung naik berlipat-lipat.

"Dulu sebelum ditetapkan harga tanah di pinggir jalan provinsi itu paling Rp 150 juta/Ha, sekarang malah naik sampai Rp 250 juta/Ha. Malah ada warga yang sekarang tawarkan lahannya di pinggir jalan itu Rp 1 miliar," ungkapnya.

Ibu Kota Baru Indonesia Resmi Akan Dipindah di Kalimantan Timur, Simak Foto Rencana Pembangunannya
Ibu Kota Baru Indonesia Resmi Akan Dipindah di Kalimantan Timur, Simak Foto Rencana Pembangunannya (Tribun Kaltim/Kementerian PUPR)
Halaman
1234
Penulis: Samir Paturusi
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved