Lantamal XIII Tarakan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Daging; Dipasok via Speedboat

Pada saat dilakukan penangkapan, motoris speedboat dan anak buah kapal (ABK) berhasil melarikan diri.

Lantamal XIII Tarakan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Daging; Dipasok via Speedboat
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Inilah daging alana yang berhasil digagalkan masuk ke Tarakan, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Anggota Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XII Tarakan berhasil mengagalkan penyelundupan daging alana sebanyak 1 ton dari Tawau Malaysia yang masuk ke Kota Tarakan Provinsi Kaltara, Rabu (28/8/2019).

Daging Alana asal Tawau ini diselundupkan menggunakan speedboat berkapasitas 250 PK.

Pada saat dilakukan penangkapan, motoris speedboat dan anak buah kapal (ABK) berhasil melarikan diri.

Danlantamal XIII Laksama Pertama TNI Judijanto melalui Dansatrol Lantamal XIII Tarakan Kolonel Laut Irwan Siagian mengungkapkan, sebelum dilakukan penangkapan pihaknya sudah tiga hari memperhatikan gerak gerik pelaku dalam menyelundupkan daging alana.

Barang bukti daging Alana ini selanjutnya diserahkan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas II A Tarakan untuk dilakukan proses tindaklanjutnya.

"Kita serahkan kepada balai pertanian barang bukti daging alananya berikut dengan speedboatnya. Sebab pelakunya melarikan diri," ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Balai Karantina Pertanian, Abdurahman menambahkan, daging alana yang diselundupkan ini termasuk ilegal karena tidak memiliki dokumen yang resmi.

"Salah satunya tidak ada surat dari dinas kesehatan dari negara asal. Kalau tidak dilengkapi dokumen yang sah berarti ilegal. Sebab kita khawatir dengan penyakit kuku dan mulut," ucapnya.

Abdurahman mengatakan, penyelundupan daging alana ini ilegal dan melanggar UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan ancaman 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta.

"Karena pelakunya melarikan diri, jadi barang bukti ini akan kita simpan lalu kemudian kita musnahkan. Sedangkan speedboatnya akan kita komunikasikan dengan KSOP Tarakan, karena tidak memiliki dokumen yang sah," ujarnya. (*)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved