Tiga Pengedar Narkoba Buat 'Jus' Sabu di Kantor BNNP Kaltim

Sebelum sabu dimusnahkan dengan cara diblender, terlebih dahulu sabu dicek dengan alat pendeteksi narkoba, Trunarc.

Tiga Pengedar Narkoba Buat 'Jus' Sabu di Kantor BNNP Kaltim
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
PEMUSNAHAN NASKOBA SABU - Kabid Pemberantasan, BNNP Kaltim, AKBP Halomoan Tampubolon didampingi perwakilan Polresta dan Kejaksaan pada pemusnahan Narkoba jenis sabu di Kantor BNNP Kaltim jalan Rapak Indah Samarinda, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tiga pelaku peredaran narkotika, Rabu (28/8/2019) siang tadi membuat "jus" sabu.

Tiga pelaku tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim.

Dari ketiganya, terdapat sekitar 17,68 gram sabu yang dimusnahkan, di antaranya dari Ifien alias Ipin dengan barang bukti 9,02 gram, Arnold dengan barang bukti 4,78 gram, dan Yusuf alias Bendol dengan barang bukti 3,88 gram.

Sebelum sabu dimusnahkan dengan cara diblender, terlebih dahulu sabu dicek dengan alat pendeteksi narkoba, Trunarc.

Dari hasil pendeteksian, terbukti semua bubuk kristal yang terdapat di plastik klip, merupakan salah satu narkotika golongan 1, yakni sabu.

Tiga pelaku diamankan di lokasi berbeda, dengan jaringan yang juga berbeda.

Seperti Ipin yang diamankan di Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara pada 7 Juli 2019 lalu.

Sedangkan Arnold diamankan di Jalan Bhayangkara, tepatnya di taman Samarendah, pada 19 Juli 2019. Dan Yusuf pada 23 Juli 2019 di Jalan RE Martadinata, Kota Bontang.

Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP H Tampubolon menerangkan, pemusnahan barang bukti narkoba memang telah menjadi ketentuan UU.

Setelah dimusnahkan, pihaknya akan segera melimpahkan berkas perkaran ketiga pelaku ke Kejaksanaan Negeri (Kejari) Samarinda.

"Setelah ini akan kita limpahkan berkasnya ke Kejaksaan," ucapnya, Rabu (28/8/2019).

Lanjut dirinya menjelaskan, ketiganya masuk dalam jaringan peredaran narkotika, dan terdapat di antaranya yang sudah pernah menjalani pidana.

"Mereka tidak hanya sekedar membawa saja, tapi juga ikut memasarkan. Mereka masuk dalam jaringan. Untuk pemilik asal, masih kita lakukan pengembangan," imbuhnya.

Sedangkan asal sabu, pihaknya menilai sabu yang beredar di Samarinda, berasal dari negara tetangga, yakni Malaysia dan Filipina, yang masuk melalui wilayah perbatasan, Kalimantan Utara.

"Mereka tinggal menjual, tapi bukan mereka tujuan awal datangnya narkoba. Salah satu pelaku merupakan residivis," pungkasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved