Dorong Pertumbuhan Sepeda Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Banyak Insentif

Pemerintah Pusat terus menjanjikan insentif untuk kendaraan listrik baik mobil maupun sepeda motor

Dorong Pertumbuhan Sepeda Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Banyak Insentif
Grid.id
Persembahan otomotif motor listrik, Viar New Q1. 

Kali ini Tiongkok atau China telah berkembang menjadi negara pengguna motor listrik terbesar di dunia dengan mengalahkan Amerika Serikat.

Perkembangannya luar biasa. Pada 2010 masih tercatat 16,2 juta unit, dan pada 2014 membiak jadi 29,4 juta unit.

Pada 2020, diperkirakan tersapat 223 juta motor listrik akan beroperasi di Tiongkok, jumlah itu separo dari jumlah motor listrik dunia.

Meski demikian, tak berarti masalah baru tidak muncul.

Banyaknya pengguna motor listrik di jalan-jalan menjadi problem lalulintas tersendiri.

Sebagian besar pengendara tidak memiliki SIM (karena memang tidak dipersyaratkan) dan motor tidak perlu diregistrasi.

GridOto mengutip dari perjalanan Pemimpin Redaksi Tribun Lampung, Andi Asmadi yang sedang melakukan perjalanan ke Tiongkok, banyak pengguna motor listrik parkir sembarangan.

Di jalan, mereka seenaknya mengambil jalur jalan untuk mobil atau kendaraan lain.

Meskipun batas kecepatannya maksimal 20 kilometer per jam.

Mobil listrik BMW i3s yang ikut nangkring di GIIAS 2019, (Kompas otomotif)
Motor listrik kini dituding pula sebagai pemicu tingginya kecelakaan lalu lintas.

PLN Siap Kembangkan Stasiun Pengisian Listrik Untuk Kendaraan Listrik

Bebas Ganjil Genap Apakah Kendaraan Listrik Murni atau Termasuk Hibrida Plug-in, Tunggu Saja Anies

Sisi lainnya, sejumlah pabrikan sepeda motor kini berlomba-lomba untuk membuat kendaraan listrik.

Bahkan banyak pabrikan sudah menyampaikan kesiapan untuk membuat sepeda motor listrik

Bahkan mereka menyampaikan akan memasarkan di Indonesia. Namun berbeda dengan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, motor listriknya tidak akan diproduksi di Indonesia.

Karena PT SIS memiliki pabrik dengan fasilitas yang lengkap, bahkan beberapa produknya diekspor juga ke negara-negara tetangga.

Namun, untuk motor listrik yang punya teknologi berbeda, produksinya tidak akan dilakukan di sini. 

Untuk produksi motor, kita mungkin tidak akan di Indonesia.

Pakai Kendaraan Listrik, Pemda Diharapkan Gratiskan Biaya Parkir

China, Rusia dan Eropa Akan Jajal Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia, Korsel Sudah Final

Tapi yang jelas, kita sudah siapkan,” ujar Yohan Yahya, Department Head of Sales Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales

Yohan menambahkan, Suzuki akan melihat bagaimana kondisinya nanti. Lebih menguntungkan yang mana, apakah dipasarkan dengan sistem CBU (completely build-up) atau CKD (completely knock down).

“Pabrik di Jepang sudah siap, kalau di sana sudah kasih lampu kuning dan lampu hijau, kita tinggal jalankan saja,” kata Yohan.

Pada tahun 2011, Suzuki pernah mengembangkan skuter listrik, Lets, yang dibekali dengan baterai 100 volt dan daya jelajah mencapai 30 km dengan kondisi baterai penuh. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved