Ibu Kota Baru

Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Kalimantan Utara Menyatakan Siap jadi Penyangga Pangan Ibu Kota Negara

Adapun komoditas prioritas holtikultura di Kalimantan Utara, ada tanaman cabai yang juga difokuskan di daerah Bulungan, Nunukan, dan Tarakan.

Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Kalimantan Utara Menyatakan Siap jadi Penyangga Pangan Ibu Kota Negara
Tribunkaltim.co/HO Pemprov Kaltara
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Utara mengaplikasikan penggunaan hand tractor di lahan perkebunan milik warga di Bulungan belum lama ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Ditunjuknya Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Negara membuat Kalimantan Utara juga siap-siap mengambil peran.

Sektor yang akan menjadi andalan Kalimantan Utara adalah penyediaan energi listrik dan industri skala besar. Selain itu, sektor pertanian juga cukup menjanjikan di provinsi termuda di Tanah Air ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara Andi Santiaji mengungkapkan kepada Tribunkaltim.co, sektor pertanian Kalimantan Utara akan dipaparkan dalam focus group discussion (FGD) strategi pengembangan kawasan penyangga pangan Ibu Kota Negara RI di Balikpapan.

Acara akan dilangsungkan pada Jumat 30 Agustus hingga Sabtu 31 Agustus 2019 esok.

FGD tersebut lanjutnya dilakukan dalam rangka penyusunan grand design pembangunan pertanian penyangga pangan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Dan Kalimantan Utara ditegaskan Andi Santiaji siap menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara RI, tidak hanya secara jangka pendek, melainkan jangka panjang ke depan.

Berdasarkan hitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara sebut Andi Santiaji, luas panen padi di Kalimantan Utara periode Januari-September 2018 sebesar 11,12 ribu hektare.

Rentan waktu itu, produksi padi sudah mencapai 34,85 ribu ton gabah kering giling (GKG).

Hingga Desember 2018 luasnya mencapai 14,13 ribu hektare, dengan produksi mencapai 45,32 ton GKG.

“Tahun ini kita coba terus lakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi dan ekstensifikasi untuk bisa tetap survive dan pada gilirannya akan surplus dan bisa menjadi penunjang pangan bagi daerah tetangga, utamanya di ibu kota negara ke depan,” sebut Andi Santiaji, Kamis (29/8/2019).

Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved