OPINI

Kecanduan Internet dan Kerusuhan Massa

INTERNET (interconnection networking) seolah menjadi urat nadi baru kehidupan manusia di muka bumi.

Kecanduan Internet dan Kerusuhan Massa
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Wakil Pimpinan Umum Tribun Kaltim, Pitoyo menjadi pembicara dalam kelas digital di SMAN 1 Samarinda, Selasa (6/11/2018). Tribun Kaltim Goes to School di SMAN 1 Samarinda, merupakan gelaran ke sekian dari kegiatan di beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Kaltim, khususnya Samarinda dan Balikpapan. 

Oleh : Dr. Pitoyo, M.IKom
Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antarmanusia

TRIBUNKALTIM.CO - INTERNET (interconnection networking) seolah menjadi urat nadi baru kehidupan manusia di muka bumi. Panik melanda manusia ketika jaringan internet putus atau mati atau dimatikan sementara secara paksa oleh pemerintah. Internet menjadi tumpuan kehidupan masyarakat modern, baik di kota besar maupun di pelosok negeri.

Menurut Drew Herwood (1996), internet berawal pada tahun 1969 saat United state Department of Defense (DoD) memerlukan standar baru untuk komunikasi Internet working, yaitu standar yang mampu menghubungkan segala jenis komputer di DoD dengan komputer milik kontraktor militer, organisasi penelitian dan ilmiah di universitas.

Jaringan ini diharapkan kuat, aman dan tahan kerusakan sehingga mampu beroperasi dalam kondisi minimum akibat bencana atau perang.

Lembaga tersebut diberi nama Advanced Research Project Agency (ARPA) tujuannya untuk melakukan penelitian jaringan komputer berteknologi packet switching. Jaringan pertama dibangun membutuhkan 4 tempat yaitu : UCLA, UTSB, UTAH dan SRI International.

Pada tahun 1972 jaringan ini telah menghubungkan lebih dari 20 host dan disebut sebagai ARPANet. ARPANet menjadi backbone internetworking lembaga pendidikan, penelitian, industri dan kontraktor terutama yang berkaitan dengan jaringan militer.

Keberadaan internet buatan Amerika ini, masih terbatas pada lingkup militer. Internet mulai menjadi jaringan global tepatnya pada tahun 1989, Tim BernersLee (Tim Berners, 2014) seorang programmer komputer berkebangsaaan Inggris yang bekerja pada European Pysics Laboratory (CERN) di Genewa, Swiss, membuat penemuan baru. Lee menggabungkan hypermedia dengan sumbersumber informasi Internet yang sangat luas.

Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019). Kompas TV melaporkan, dalam kerusuhan itu, massa membakar gedung DPRD Papua Barat.
Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019). Kompas TV melaporkan, dalam kerusuhan itu, massa membakar gedung DPRD Papua Barat. (Kolase Kompas TV)

Sebelum ada Website, banyak hal yang dilakukan dalam internet, tetapi tidak ada yang dapat dilakukan dengan mudah. Solusi BernersLee adalah teknologi hypertext untuk membentuk sebuah dokumen Website.

Tidak seperti buku atau kebanyakan database, Website memiliki banyak kemungkinan informasi ini disembunyikan dengan suatu antar muka hypertext berbasis karakter. Dokumen Website harus ditulis dalam suatu format khusus yang memungkinkan hypertext saling terjalin untuk dapat bekerja.

Format ini adalah Hypertext Markup Language (HTML). HTML adalah bagian dari Standard Generalized Markup Language (SGML). SGML merupakan standar dari Internasional Standards Organization (ISO), untuk mendefinikasikan format pada dokumen sebuah teks.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved