Berita Balikpapan Terkini

Korban Terduga Pelecehan Pamer Alat Kelamin di Bukit Soeharto Hentikan Kasusnya, Begini Alasannya

Diakuinya sebenarnya ada seseorang di mobil terios tetapi saat diminta tolong, orang yang berada dalam mobil terios tersebut tidak keluar mobil.

Korban Terduga Pelecehan Pamer Alat Kelamin di Bukit Soeharto Hentikan Kasusnya, Begini Alasannya
TribunKaltim.Co/Aris Joni
Ika saat ditemui Tribunkaltim.co di salah satu warung di kawasan Sepinggan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis, (29/8/2019) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa hari lalu ada video viral pelecehan yang dilakukan Surya kepada seorang Lady Driver bernama Ika (26) yang terjadi di kawasan Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur pada Jumat, (23/8/2019) lalu tidak berlanjut ke ranah hukum.

Hal itu diungkapkan Ika saat ditemui Tribunkaltim.co, Kamis (29/8/2019).

Dikatakan Ika, dirinya tidak melanjuti laporan kejadian pelecahan moral yang dialaminya saat mengantar penumpang pria dari Balikpapan menuju Samarinda.

Pasalnya, ia telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan mendapat masukan bahwa kasus yang ia laporkan tersebut dianggap masih kurang bukti dan saksi.

"Laporannya gak saya lanjutin, karena kata pihak Kepolisian kurang bukti sama kurang saksi. Soalnya kalau saya tetap masukin laporan itu nanti tetap berhenti ditengah jalan," ujarnya.

Saat ditanya kurang bukti dan kurang saksi seperti apa, dirinya menjelaskan bahwa saksi dalam kejadian tersebut tidak ada, walaupun diakuinya sebenarnya ada seseorang di mobil terios tetapi saat diminta tolong, orang yang berada dalam mobil terios tersebut tidak keluar mobil.

"Yang kurang buktinya itu saksinya gak ada, ada sih orang di mobil terios yang saya minta tolongin, tapi dia gak bisa saya katakan saksi karena dia gak keluar bantuin saya dan saya juga gak tau mau jadi saksi atau enggak," jelasnya.

Selain itu ucap dia, kurang buktinya juga tidak adanya sentuhan atau kontak fisik yang dapat dibuktikan. Sehingga laporannya tersebut dinilai masih kurang bukti untuk diproses secara hukum.

"Yang kurang buktinya dia juga gak sempat sentuh saya atau kontak fisik sama saya. Ya gitu jadi kurang buktinya disitu. Dia kan sempat narik safety belt (sabuk pengaman) saya, tapi gak termasuk yang bisa dibuktikan," pungkasnya.

Cerita bermula, si penumpang bermohon untuk diantar dari Balikpapan menuju Samarinda.

Halaman
1234
Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved