Berita Pemprov Kalimantan Timur

Sosialisasi Silvofishery, Masyarakat Paser Diajak Lestarikan Mangrove untuk Kurangi Emisi Karbon

Mangrove memiliki potensi stok karbon dan dapat menurunkan gas emisi rumah kaca. Pemprov Kaltim melakukan sosialisasi silvofishery

Sosialisasi Silvofishery, Masyarakat Paser Diajak Lestarikan Mangrove untuk Kurangi Emisi Karbon
HUMASPROV KALTIM/FATHER
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Riza Indra Riadi saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Hutan Bakau Berkelanjutan (silvofishery) Bagi Masyarakat dan Petugas Teknis di Kabupaten Paser di Hotel Kyriad Sadurangas Paser, Tanah Grogot, Rabu (28/8/2019). 

TANAH GROGOT - Hutan bakau (mangrove) memiliki nilai penting bagi lingkungan.

Selain sebagai pencegahan dampak kerusakan lingkungan dan bencana, bakau juga memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi dan sebagai tempat pemijahan biota laut, termasuk memiliki potensi stok karbon dan dapat menurunkan gas emisi rumah kaca.

Oleh karena itu, Pemprov Kaltim melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Perikanan Kabupaten Paser melaksanakan program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) dengan melaksanakan sosialisasi pengelolaan hutan bakau berkelanjutan (silvofishery) bagi masyarakat dan petugas teknis di kabupaten setempat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Riza Indra Riadi mengatakan diadakannya sosialisasi ini adalah menjadi salah satu program kegiatan FCPF untuk mengurangi emisi karbon kawasan mangrove yang merupakan kawasan konservasi. Targetnya agar masyarakat dapat mempertahankan dan melestarikan kawasan mangrove.

Selain itu, kegiatan ini juga dilatarbelakangi Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

“Luas daratan Kaltim hanya 12,7 juta hektar. Kemudian kawasan hutan mangrovenya tinggal 244.437 hektar akibat pembukaan kawasan di masa lalu secara tidak terkendali,” kata kata Riza Indra Riadi saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Hutan Bakau Berkelanjutan (silvofishery) Bagi Masyarakat dan Petugas Teknis di Kabupaten Paser di Ruang Rapat Muara Samu Hotel Kyriad Sadurangas Paser, Rabu (28/8/2019).

Oleh karena itu lanjut Riza, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, masyarakat, akademika, dan pihak-pihak lainnya agar mangrove yang masih tersisa bisa bersama-sama diperbaiki dan dilestarikan.

Keberadaan hutan bakau di daerah pesisir akan memberikan fungsi terhadap lingkungan. Di antaranya fungsi ekologi, ekonomi dan sosial. Fungsi ekologi mencakup pelindung garis pantai dari abrasi dan mempercepat perluasan pantai melalui pengendapan, juga mencegah intrusi air laut ke daratan.

Bakau juga bisa bernilai ekonomis dengan pemanfaatan menjadi aneka produk makanan dan keperluan rumah tangga, serta bisa digunakan untuk peningkatan sektor ekowisata.

"Kita harapkan sosialisasi ini tidak hanya sekadar memberikan informasi namun juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian bakau secara aktif. Di antaranya melalui kegiatan-kegiatan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tapi juga melestarikan hutan bakau di wilayah Kaltim," kata Riza Indra Riadi.

Ketua panitia penyenggara Vito Yuwono mengatakan tujuan kegiatan sosialisasi silvofishery agar masyarakat di Kabupaten Paser dapat mempertahankan dan melestarikan kawasan hutan mangrove, sehingga penurunan emisi karbon berjalan dengan baik.

"Kita harapkan pelaksanaan sosialisasi silvofishery ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan serta wawasan bagi masyarakat dan petugas teknis di sekitar kawasan hutan bakau di Kabupaten Paser," kata Vito.

Usai pembukaan, kemudian dilanjutkan pemaparan materi narasumber yakni Kasi Reklamasi Dirjen PRL-KKP Fina Ardarini. Dilanjutkan Asisten Green Groth DDPI Kaltim Reonardus, Koordinator Proyek FCPF Dr I Wayan Susi Dharmawan, Kasi Reklamasi dan Jasa Kelautan DKP Kaltim Vito Yuwono dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Paser H Asmuni Samad. (mar/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved