Ibu Kota Baru

Warga Perbatasan di Kalimantan Utara Dukung Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Begini Alasannya

Walau tidak di Kalimantan Utara, namun sedikit banyaknya ibu kota negara di Kalimantan Timur juga akan berimbas positif bagi Kalimantan Utara.

Warga Perbatasan di Kalimantan Utara Dukung Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Begini Alasannya
Kolase Tribunkaltim.co
Samuel ST Padan, Kepala Biro Pengelolaan Perbatasan Negara Setprov Kaltara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Kepala Biro Pengelolaan Negara Perbatasan Setprov Kalimantan Utara Samuel ST Padan, turut menyambut baik ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota negara yang baru republik ini.

Samuel yang notabene adalah putra Krayan dan pernah menjabat Camat di Krayan, Kabupaten Nunukan mengakui tidak pernah terpikirkan Ibu Kota Negara bakal pindah di Kalimantan Timur atau Ibu Kota Indonesia di Kaltim

“Selama ini kita anggapnya bakal di Kalimantan Tengah. Dengan pindahnya di Kalimantan Timur, ini menjadi sejarah yang luar biasa. Memang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya,” kata Samuel ST Padan saat disua Tribunkaltim.co, Kamis (29/8/2019) di Lantai 3 Kantor Gubernur Kalimantan Utara.

Walau tidak di Kalimantan Utara, namun sedikit banyaknya ibu kota negara di Kalimantan Timur juga akan berimbas positif bagi Kalimantan Utara dan provinsi di Kalimantan secara umum.

Paling tidak sebutnya, persoalan konektivitas antar daerah bakal makin diperhatikan pemerintah (pusat), khususnya konektivitas daerah-daerah perbatasan dengan daerah perkotaan di Kalimantan.

“Untuk ke arah Utara ini, konektivitas dari Balikpapan, Samarinda, tentu akan nyambung ke Mahakam Ulu, lalu akan masuk sampai ke Apau Kayan (Malinau).

Dari Apau Kayan, nyambung ke Malinau, kemudian masuk ke Krayan. Dari Krayan tentu akan dikoneksikan ke Serawak. Begitu juga aksesibilitas ke dari Long Nawang (Malinau) ke Sarawak, hingga tembus Sungai Ular di Seimanggaris (Nunukan). Jalur Sebatik-Tawau juga akan kena imbas positif,” ujarnya.

Samuel meyakini, pemerintah tidak akan tinggal diam dalam rangka pemenuhan dan peningkatan aksesibilitas daerah-daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimatan Utara itu termasuk daerah perbatasan hingga di Kalimantan Barat.

Apalagi lanjutnya, rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Midan dan Sei Pancang, serta PLBN Long Nawang tentu akan menjadi pertimbangan pentingnya membangun koneksi antar wilayah di Kalimantan.

“Jadi dampak aksesibilitasnya itu akan terasa. Tentu pemerintah akan memperhatikan betul konektivitas daerah-daerah ini, trans Kalimantan,” ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved