Berita Pemkab Mahakam Ulu

Dapat Deteksi Penyimpangan, Bupati Buka Bimtek Penilaian Risiko dan Maturitas SPIP

Kegiatan bimtek tersebut dilaksanakan selama empat hari 19-22 Agustus 2019 dengan narasumber dari BPKP Provinsi Kalimantan Timur

Dapat Deteksi Penyimpangan, Bupati Buka Bimtek Penilaian Risiko dan Maturitas SPIP
HUMASKAB PPU
Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh SH membuka Bimbingan Teknis Penilaian Risiko dan Maturitas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahulu, di ruang rapat Bappelitbangda, Senin (19/8/2019). 

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh SH membuka Bimbingan Teknis Penilaian Risiko dan Maturitas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahulu, di ruang rapat Bappelitbangda, Senin (19/8/2019) pagi.

Kegiatan bimtek tersebut dilaksanakan selama empat hari 19-22 Agustus 2019 dengan narasumber dari BPKP Provinsi Kalimantan Timur. Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) dengan unsur penilaian risiko penting diimplementasikan dalam seluruh kegiatan pemerintahan agar dikuti seluruh Kepala OPD beserta staf yang dipercaya.

Dalam arahannya Bupati menyatakan, bimtek ini upaya penyebaran informasi sebagai sistem pengendalian intern pemerintah, guna pengendalian keuangan negara.

"Sebagaimana telah kita ketahui bahwa, bimbingan teknis ini merupakan upaya penyebaran informasi untuk pembinaan SPIP dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam pengendalian keuangan negara yang akuntabel," tuturnya.

Sebagaimana dilihat dari sisi hukumnya lanjut Bupati, melalui Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2008 menyebutkan, instansi pemerintah wajib menjelaskan penilaian risiko dan menetapkan struktur pengendalian untuk menangani risiko.

"Dalam hal ini fokus utamanya mengurangi kemungkinan konsekuensi risiko, menurunkan dampak risiko, menerima risiko, menghindari serta mengalihkan risiko,"terang Bupati.

Ditegaskan, dengan adanya SPIP dapat mendeteksi sejak dini kemungkinan terjadinya penyimpangan serta meminimalisir terjadinya tindakan yang dapat merugikan negara.

"Saya mengharapkan komitmen setiap OPD mengimplementasikan sistem ini dengan baik dan benar. Agar output yang dihasilkan dapat maksimal dan tercapai sesuai harapan,"ucap Bupati.

Bupati berharap apa yang akan diperoleh melalui bimtek dapat menjadi bekal dan rangkuman pola-pola strategi dalam peningkatan kualitas agar tercapainya kegiatan yang efektif dan efisien, kehandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangandi setiap perangkat daerah.

Inspektur Inspektorat Budi Gunarjo Ompusunggu, SE,Ak,MM,Ca,AAP, penilaian risiko merupakan unsur yang kedua dalam SPIP dengan sub unsur yaitu identifikasi risiko dan analisis risiko.

"Tujuan penilaian risiko ini untuk mengidentifikasi resiko-resiko potensial, baik dari faktor internal maupun eksternal. Memeringkat risiko berdasarkan kebutuhan untuk segera mendapat penanganan, meyakinkan pihak manajemen instansi bahwa terdapat risiko yang menjadi prioritas untuk dikelola secara efektif,"jelasnya.

Dia menambahkan, penilaian risiko ini dapat membantu manajemen, pimpinan, pegawai instansi dengan pandangan tentang kejadian-kejadian yang berpotensi membawa pengaruh, dampak (negatif/positif) terhadap pencapaian tujuan instansi pemerintah. (hms8).

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved