Breaking News
Rabu, 15 April 2026

Derby Della Capitale, Sejarah Rivalitas Panas Lazio dan AS Roma di Kota Abadi

Pekan kedua Liga Italia mempertemukan Lazio vs AS Roma. Sebuah pertandingan yang dijuluki sebagai Derby Della Capitale.

Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Rita Noor Shobah
laroma24it
Derby Della Capitale Lazio vs AS Roma musim lalu 

TRIBUNKALTIM.CO - Ibu kota Italia, Roma berubah menjadi panas pada akhir pekan ini.

Penyebabnya bukan karena musim gugur yang terlambat datang di kota keabadian itu.

Namun karena tensi yang diciptakan oleh dua pendukung klub sepak bola di kota tersebut.

Pekan kedua Liga Italia mempertemukan Lazio vs AS Roma. Sebuah pertandingan yang dijuluki sebagai Derby Della Capitale.

Suasana menjelang  Derby Della Capitale memang terasa menjalar hampir ke seluruh Italia.

Derby ini merupakan derby terpanas di Italia bahkan di dunia.

Panasnya derby ini bahkan mengalahkan Derby Della Madoninna yang mempertemukan AC Milan dan klub sekota Inter Milan.

Rivalitas antara Lazio dan AS Roma memang telah terpupuk sejak berpuluh-puluh tahun silam.

Bahkan rivalitas keduanya kadang membuat kedua pendukungnya melakukan hal-hal yang tak masuk akal.

Misalnya saja seperti yang terjadi di musim 2010.

Ketika itu sekelompok tifossi Lazio meminta timnya agar mengalah kepada Inter Milan.

Hal itu dilakukan untuk menggagalkan AS Roma meraih scudetto yang saat itu tengah bersaing bersama Inter Milan di papan atas.

Padahal ketika itu posisi Lazio amat rawan terjerembab ke Serie B. 

Poin yang didapat Lazio ketika itu hanya terpaut 4 poin dengan zona degradasi.

Selama pertandingan tifosi Lazio bahkan sampai membentangkan spanduk yang berisi ancaman jika klubnya sampai mengalahkan  Inter Milan.

Hal yang membuat pelatih Inter Milan ketika itu, Jose Mourinho sampai geleng-geleng kepala.

Kebencian terhadap tim sekota mengalahkan keinginan meraih prestasi itu sendiri.

Perseteruan keduanya sebenarnya berawal dari tahun 1927.

Ketika itu pemimpin Italia yang terkenal fasis, Benito Mussolini ingin menghidupkan kembali keagungan kota Roma.

Dirinya kemudian mencoba menggabungkan seluruh klub sepak bola yang ada di kota Roma  yaitu Fortitudo-Pro Roma SGS, Roman FC dan SS Alba-Audace pada musim panas 1927 untuk menjadi AS Roma.

Namun rencana penggabungan itu tak disambut oleh Lazio yang menolak bergabung.

Dengan tidak bergabungnya  Si Elang (Le Aquile), julukan Lazio, maka mereka menjadi klub tertua di Roma karena mereka berdiri pada tahun 1900 sementara merger baru dilaukan 27 tahun kemudian.

Hal itulah yang jadi pemicu perseteruan kedua klub.

Perseteruan itu akhirnya mejalar samapi kepada pendukungnya.

Apalagi pendukung Lazio banyak datang dari kawasan Parioli, sebuah wilayah di pinggiran Kota Roma yang banyak diisi oleh orang-orang borjuis.

Karena itulah pendukung AS Roma sering menyebut pendukung Lazio sebagai orang borjuis pinggiran.

Sementara penduduk Roma yang miskin dan tinggal di tengah kota secara otomatis menjadi pendukung AS Roma.

Derby Della Capitale pertama dimainkan pada 8 Desember 1929 dengan hasil 1-0 untuk Roma berkat gol Radolfo Volk di Lapangan Rondinella kawasan Pariole yang merupakan kandang Lazio pada waktu itu.

Sejak saat itu pertandingan keduanya menjadi penegasan siapa yang terbaik di Kota Roma dan hasil pertandingan akan terus dibicarakan sampai beberapa pekan ke depan.

Nostalgia Della Capitale Paling Seru

Jadwal Liga Italia pekan ke-2 akan dimeriahkan dengan duel panas dua klub ibu kota, Lazio vs AS Roma.

Pertandingan Big Match Lazio vs AS Roma akan tersaji di Stadion Olimpico Roma, Senin (2/9/2019) pukul 00.00 WITA.

Laga Lazio vs AS Roma merupakan duel seru bertajuk Derby della Capitale alias pertemuan dua klub ibu kota Italia.

Pertandingan Lazio vs AS Roma ini akan menjadi duel perdana Derby Della Capitale di musim 2019/2020, dengan Lazio berstatus tuan rumah.

Di posisi klasemen saat ini, Lazio lebih unggul berkat kemenangan atas Sampdoria pekan lalu.

Kemenangan tersebut membuat Lazio di peringkat kedua dengan 3 poin.

Sedangkan AS Roma di peringkat 10 setelah hanya meraih hasil imbang kontra Genoa.

Duel Big Match Lazio vs AS Roma menjadi salah satu pertarungan terpanas di Liga Italia Serie A.

Laga Lazio vs AS Roma tak jarang diwarnai keributan antarsuporter maupun pemain kedua tim di lapangan.

Berdasarkan 5 pertemuan terkahir, kedua tim relatif berimbang, lantaran sama-sama menorehkan dua kemenangan dan sekali imbang.

Di pertemuan terakhir, Lazio menorehkan kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0.

Tiga gol Lazio ke gawang AS Roma dicetak Danilo Cataldi, Ciro Immobile dan Felipe Caicedo.

Selain kerap diwarnai keributan dan tensi tinggi, laga Lazio vs AS Roma juga tak jarang menampilkan drama seru hingga detik terakhir pertandingan.

Setidaknya duel Lazio vs AS Roma yang paling seru dan bikin deg-degan terjadi pada musim 2000/2001 saat matchday 28 Liga Italia Serie A kala itu.

Pertandingan Derby della Capitale musim 2000/2001 saat itu sangat seru, lantaran kedua tim sama-sama on fire dan diperkuat sejumlah pemain papan atas.

Belum lagi Lazio dan AS Roma kala itu dilatih pelatih yang punya reputasi oke di Italia, Dino Zoff di kubu Biancoceleste dan Fabio Capello di Gialorossi.

Di laga tersebut, AS Roma yang menjhadi tuan rumah langsung memainkan susunan terbaiknya dengan formasi 3-4-3.

Fabio Capello mengandalkan trio lini depan tersukses di masanya, Gabriel Batistuta, Marco Delvechio, dan Francesco Totti.

Sedangkan di kubu Biancoceleste, Lazio mengandalkan formasi pakem 4-5-1.

Hernan Crespo jadi andalan lini depan Lazio yang disokong pergerakan Pavel Nedved, Dino Baggio, dan Karel Poborsky.

Jangan lupakan Lazio kala itu punya 4 bek kuat dalam diri Alessandro Nesta, Sinisa Mihajlovic, Pancaro, dan Favalli.

Di babak pertama kedua tim saling tampil menyerang.

Francesco Totti dan Marco Delvecchio bergantian mencoba menghujam gawang Angelo Peruzzi, namun belum menemui sasaran.

Sedangkan Lazio tampak kesulitan menembus pertahanan AS Roma yang dihuni Walter Samuel, Aldair, dan Zebina.

Seperti laga Derby pada umumnya, tensi tinggi mewarnai duel Derby della Capitale.

Terbukti kedua tim saling melancarkan tekel keras ke lawwan.

Francesco Totti terjatuh usai mendapat tekel gunting dari Giuseppe Pancaro.

Namun Giuseppe Pancaro hanya diberi kartu kuning oleh wasit.

Kemudian, gantian Francesco Totti yang melakukan tekel keras kepada Pavel Nedved dari arah belakang.

Kapten AS Roma itu juga hanya menerima kartu kuning dari wasit.

Kedudukan imbang tanpa gol mewarnai Derby della Capitale babak pertama.

Di babak kedua, permainan kedua tim lebih hidup dan terbuka.

Laga baru berjalan dua menit babak kedua, AS Roma langsung membuat Stadion Olimpico bergemuruh lewat sontekan Gabriel Batistuta.

Penyerang asal Argentina hanya butuh sekali sentuhan untuk menaklukkan gawang Lazio di laga itu.

Berawal dari pergerakan Marco Delvecchio di sayap kiri, melepaskan umpan diagonal ke jantung pertahanan Lazio.

Gabriel Batistuta berhasil lolos dari pengawalan Sinisa Mihajlovic, dan melepaskan sontekan kaki kanannya.

Bola sontekan Gabriel Batistuta mengarah datar ke pojok kiri gawang Angelo Peruzzi.

AS Roma memimpin 1-0 atas Lazio.

Unggul satu gol membuat AS Roma kian termotivasi.

Alhasil 6 menit kemudian, AS Roma memperbesar keunggulan lewat Marco Delvecchio.

Berawal dari permainan terbuka, umpan lambung Cristiano Zanetti berhasil dimanfaatkan Marco Delvecchio lewat sentuhan kaki kirinya.

AS Roma unggul 2-0 di laga itu.

Setelah unggul 2-0 AS Roma mulai melunak dan lebih banyak bertahan.

Sementara Lazio masih bertekad mencari gol ke gawang AS Roma.

Perjuangan Lazio tak sia-sia kala Pavel Nedved memperkecil ketertinggalan Lazio di menit 77.

Gelandang Republik Ceko itu berhasil memanfaatkan situasi set pieces yang gagal diantisipasi pemain AS Roma.

Tembakan kaki kiri Pavel Nedved dari luar kotak penalti sukses menghujam gawang AS Roma di laga itu.

Skor 2-1, Lazio masih tertinggal.

Biancoceleste masih terus menyerang hingga pengujung laga dan tambahan waktu 5 menit di babak kedua.

AS Roma mendapat gempuran bertubi-tubi dari para pemain Lazio, namun gawang Antonioli masih aman.

Di menit 90+5, Lazio menciptakan peluang emas lewat corner kick.

AS Roma lagilagi gagal mengantisipasi dengan baik kemelut set pieces Lazio.

Dari luar kotak penalti Lucas Castroman muncul dan melepas tembakan keras kaki kanan ke gawang AS Roma.

Tendangan Lucas Castroman berhasil masuk ke gawang dan mengubah skor menjadi sama kuat 2-2.

Sontak gol tersebut disambut riuh para Laziale.

Beberapa detik usai gol Lucas Castroman, wasit meniupkan peluit panjang.

Pemain berdarah Argentina itu berhasil menjadi penyelamat Lazio yang nyaris kalah dari AS Roma di Derby della Capitale.

Para pemain AS Roma melancarkan protes keras lantaran menganggap perangkat pertandingan terlalu lama memberikan waktu tambahan.

Tapi protes AS Roma tak digubris, wasit tetap mengesahkan gol Lucas Castroman.

Duel Derby della Capitale musim tersebut menjadi salah satu yang paling sengit dan seru selama ini.

Pasalnya kedua tim tengah dalam performa terbaik di Liga Italia era 2000an awal.

Pada akhirnya di musim tersebut, AS Roma keluar sebagai peraih Scudetto setelah memuncaki klasemen akhir.

Sedangkan Lazio berada di peringkat ketiga.

Namun Lazio lebih dulu mencicipi Scudetto pada musim sebelumnya.

Francesco Totti dan Alessandro Nesta dalam duel Derby della Capitale
Francesco Totti dan Alessandro Nesta dalam duel Derby della Capitale (twitter)

Laga Derby della Capitale musim ini diprediksi bakal tak kalah sengit.

Kedua tim sama-sama berbenah untuk bersaing di papan atas Liga Italia Serie A.

AS Roma akan mengandalkan Edin Dzeko dengan sokongan Zaniolo, Justin Kluivert, dan Cengiz Under.

Lazio akan bertumpu pada Sergej Milinkovic-Savic, Ciro Immobile, dan Joaquin Correa.

Lima pertemuan terakhir Lazio vs AS Roma di Liga Italia:

(02/03/2019) Lazio 3 vs 0 AS Roma
(29/09/2018) AS Roma 3 vs 1 Lazio
(15/04/2018) Lazio 0 vs 0 AS Roma
(18/11/2017) AS Roma 2 vs 1 Lazio
(30/04/2017) AS Roma 1 vs 3 Lazio
Prediksi susunan pemain Lazio vs AS Roma

Lazio (3-5-2): Strakosha, Stefan Radu, Francesco Acerbi, Luiz Felipe, Senad Lulic, Parolo, Luis Aleberto, Sergej Milinkovic Savic, Manuel Lazzari, Joaquin Correa, Ciro Immobile

Pelatih: Simone Inzaghi

AS Roma (4-2-3-1): Pau Lopez, Alessandro Florenzi, Fede Fazio, Juan Jesus, Alexander Kolarov, Lorenzo Pellegrini, Bryan Cristante, Nicolo Zaniolo, Justin Kluivert, Cengiz Under, Edin Dzeko.

Pelatih: Paulo Fonseca

Simak video nostalgia Derby della Capitale paling seru:

(*)

Serigala-serigala AS Roma saat Merebut Scudetto Terakhir di Tahun 2001

Lazio Paling Meyakinkan di Giornata 1 Liga Italia, Simone Inzaghi Lebih Percaya Diri Musim Ini

Bek Incaran AC Milan Ini Justru Segera Merapat ke AS Roma, Berikut Detailnya

Alessandro Nesta, Ikon Lazio yang Bergelimang Gelar Bersama AC Milan

Lazio, Los Galacticos di Akhir 90-an yang Terperosok Gara-gara Skandal Finansial

  

  

  

  

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved