Pembunuhan Sadis

Polisi Temukan Kandungan Alkohol dan Obat Tidur di Urine Korban Pembunuhan Sadis di Sukabumi

Kombes Edy Purnomo mengatakan tim dokter forensik memastikan urine kedua korban mengandung obat tidur dan alkohol

Polisi Temukan Kandungan Alkohol dan Obat Tidur di Urine Korban Pembunuhan Sadis di Sukabumi
KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Proses olah TKP temuan dua jenazah dalam mobil terbakar oleh anggota kepolisian di Cidahu, Sukabumi,Jawa Barat, Minggu (25/8/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO, SUKABUMI - Tim dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati akhirnya menemukan bukti baru di jasad korban pembunuhan sadis di Sukabumi, Edi Chandra Purnama alias Pupung dan M Adi Pradana alias Dana.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan tim dokter forensik memastikan dari pemeriksaan urine kedua korban, terdapat kandungan obat tidur dan alkohol.

"Dari pemeriksaan awal, seperti diberitakan ada alkohol dan ada beberapa jenis obat tidur memang ditemukan dalam urinenya," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (30/8/2019).

Ia menjelaskan, kandungan obat tidur terdapat pada urine Pupung. Sementara kandungan alkohol ditemukan di urine Dana.

Edy menuturkan hasil pemeriksaan awal sesuai dengan hasil penyelidikan penyidik bahwa Dana diecekoki Geovanni Kelvin (23) miras sebelum dibekap hingga tewas.

"Jadi sesuai dengan hasil penyelidikan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat. Untuk racun yang lain masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi lebih lanjut," ujarnya.

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi buka-bukaan perihal kasus pembunuhan terhadap Edi Candra Purnama alias Pupung (54), warga Lebak Bulus, dan anaknya, Mohamad Adi Pradana (23), yang melibatkan sang istri muda, Aulia Kusuma (45).

Dalam waktu 22 jam sejak ditemukannya dua mayat gosong dalam mobil Toyota Calya B 2983 SZH, polisi memastikan mobil itu sengaja dibakar Kelvin Giovanni, keponakan Aulia Kusuma, di Kampung Bondol, Desa Pondokaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/8/2019), untuk menghilangkan jejak.

"Semua itu berawal dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan warga, dan kerja keras tim. Saat itu tim olah TKP saya sendiri yang memimpin," ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi kepada Tribun Jabar.

Menurutnya, hasil penyelidikan sementara dua orang yang terbakar dalam mobil itu diduga telah tewas sebelumnya. Kesimpulan sementara saat itu korban telah dibunuh lebih dulu.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved