Polresta Samarinda Ringkus Jaringan Narkoba Skala Besar, Barang Disembunyikan di Kotak Susu

Dedi mengatakan modus pelaku menggunakan kantong plastik, kotak wafer, dan kotak susu untuk menyembunyikan barang bukti.

Polresta Samarinda Ringkus Jaringan Narkoba Skala Besar, Barang Disembunyikan di Kotak Susu
TRIBUN KALTIM / CAHYO WICAKSONO PUTRO
Unit Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda, berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu. Barang bukti yang diamankan berupa 20 bungkus narkotika jenis sabu dgn berat 988,42 gram brutto, 1 bungkus inex berjumlah 500 butir seberat 125 gram netto, dan 2 bungkus inex berisi 998 butir seberat 269,46 gram netto. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Unit Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda, berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu.

Barang bukti yang diamankan berupa 20 bungkus narkotika jenis sabu dgn berat 988,42 gram brutto, 1 bungkus inex berjumlah 500 butir seberat 125 gram netto, dan 2 bungkus inex berisi 998 butir seberat 269,46 gram netto.

Satuan Resnarkoba Polresta Samarinda berhasil mengamankan satu orang pelaku laki-laki asal Samarinda atas Tindak Pidana Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.

Hal tersebut dikatakan Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono saat Press Release, Jum’at (30/8/2019).

Dedi mengatakan modus pelaku menggunakan kantong plastik, kotak wafer, dan kotak susu untuk menyembunyikan barang bukti.

Pelaku berinisial KHS (34 tahun) berhasil ditangkap pada hari Rabu (28/8/2019) sekitar pukul 17.20 Wita di Jalan DI Panjaitan Samarinda.

Pelaku ditangkap saat sedang mengendarai motor.

Setelah digeledah, petugas kemudian menemukan barang bukti berupa dua puluh bungkus sabu seberat 988,42 gram, 1 bungkus inex warna biru berjumlah 500 butir dengan berat 125 gram, dan dua bungkus inex gambar mahkota berisikan 998 butir seberat 269,46 gram.

“Berat kurang lebih 1 kilogram dan 1.448 butir ekstasi. Ada dua jenis inex, yang pertama 500 butir jenis warna biru dan 1 lagi jenis biru muda ada 998butir seberat 269 gram. Jadi untuk modus yang digunakan dibungkus kantong plastik, untuk inex dimasukan ke kotak tango dan sabu dimasukkan ke kotak susu” ungkap Dedi, Jumat (30/8/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku merupakan pengedar.

Dari hasil tes urine, pelaku positif menggunakan narkoba.

Terkait barang haram tersebut, pelaku mengaku mendapatnya dari luar kota.

"Dari proses penyelidikan oleh jajaran, barang ini berasal dari luar Kota. Kita dalam proses pengembangan terhadap tersangka. Karena memang tersangka sudah jadi target dari satuan narkoba. Kedepannya akan kami tindak lanjuti kasusnya," tuturnya.

Berikut barang bukti yang berhasil diamankan oleh Satuan Resnarkoba Polresta Samarinda:

BARANG BUKTI :
20 (dua puluh bungkus) bungkus yg diduga narkotika jenis sabu dgn berat 988,42 (sembilan ratus delapan puluh delapan koma empat puluh dua) gram brutto.
1 (satu) bungkus inex warna biru berjumlah 500 (lima ratus) butir seberat 125 gram netto.
2 (dua) bungkus inex gambar mahkota warna hijau berjumlah 998 (sembilan ratus sembilan puluh delapan) butir seberat 269,46 gram netto*.
1 (satu) plastik kresek hitam*
1 (satu) kotak wafer tanggo.
1 (satu) kotak susu merk chil school.
1 (satu) hp samsung warna putih.
1 (satu) Unit sepeda motor skywave warna gold KT 3311 NY.(*)

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved