Deretan Pemain Asal Belanda yang Sukses Kala Merumput Bersama AC Milan

Salah satu negara yang sering menyumbangkan pemainnya di AC Milan adalah Belanda.Klub merah hitam ini amat sering mengontrak pemain

Deretan Pemain Asal Belanda yang Sukses Kala Merumput Bersama AC Milan
Twitter/ChampionsLeague
Trio Belanda yang merumput bersama AC Milan di tahun 90an 

Setelah menikmati kegemilangan bersama Manchester United, Jaap Stam sempat pindah ke Lazio lebih dulu.

Di musim 2004 AC Milan tertarik memakai jasanya.

Sejak saat itu ia menjadi sosok sentral di lni pertahanan AC Milan.

Bersama Alesandro Nesta dan Paolo Maldini, Jaap Staam bahu membahu membawa AC Milan  meraih Super coppa Italia.

Deretan Pemain Eropa Timur yang Sukses di AC Milan  

Saat Krzysztof Piatek direkrut dari Genoa oleh AC Milan, di bursa transafer musim dingin kemarin, harapan Milanisti membuncah.

Krzysztof Piatek menjadi sensasi tersendiri di Serie A.

Pemain asal Polandia itu berada di salah satu daftar pencetak gol terbayak di Liga Italia pada musim pertamanya bermain.

Dengan segala prestasinya tersebut AC Milan rela merogoh kocek sebesar 35 juta Euro untuk memboyongnya ke San Siro.

Namun bukan itu saja yang membuat Krzysztof Piatek menjadi harapan dari Milansiti di kancah sepak bola Italia dan Eropa.

Darah yang dimilik oleh Krzysztof Piatek juga menjadi salah satu faktor yang membuat Milanisti percaya jika pemain ini bisa kembali membawa AC Milan terbang tinggi.

Krzysztof Piatek merupakan pemain berdarah Polandia salah satu negara di belahan Eropa Timur.

Di era sepak bola 90an sampai awal 200an AC Milan gemar mengoleksi beberapa pemain dari daratan Eropa timur.

Dan sebagina besar dari mereka memberikan prestasi bagi AC Milan.

Berikut beberapa diantaranya.

Dejan Savicevic

Semuanya dimulai dari era Dejan Savicevic.

Pemain asal Montengero ini direkrut oleh AC Milan di musim 1992-1993.

Musim sebelumnya Dejan Savicevic sukses mengantarkan klubnya terdahulu Red Star Belgrade menjuarai Liga Champions.

Selama berkostum AC Milan , pemain dengan julukan jenius ini.

Julukan ini sangat beralasan jika melihat golnya ke gawang kiper Barcelona, Andoni Zubizaretta di Final Liga Champions 1993-1994.

bola lopnya dari sisi kiri pertahanan lawan tak mampu dijangkau kiper Timnas Spanyol itu.

Selama di AC Milan Dejan Savicevic menyumbangkan banyak gelar.

Diantaranya 3 scudetto, Piala Champions sampai Piala Super Eropa dan Coppa Italia.

Zvonimir Boban

Zvonimir Boban
Zvonimir Boban (AFP via Kompas.com)

Setelah Dejan Savisevic, pemain lainnya dari daratan balkan yang bersinar bersama AC Milan adalah Zvonimir Boban.

Pemain asal Kroasia ini dijuluki Zorro oleh para penggemarnya.

Zvonimir Boban meraih banyak kesuksesan saat berseragam AC Milan.

Dibeli dari AS Bari pada tahun 1991, Zvonimir Boban menymbangkan banyak gelar selama 9 tahun kebersamaannya di AC Milan.

Dirinya turut membawa AC Milan memboyong Piala Champions, 4 juara Serie A serta Piala Super Eropa.

Zvonimir Boban dikenal sebagai gelandang kreatif.

Meski peregrakannya terkesan lamban, namun umpan-umpnnya ketika itu banyak dinantikan striker AC Milan.

Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko
Andriy Shevchenko (findspicture.com)

Tak bisa dipungkiri Andriy Shevchenko adalah simbol kesuksesan Milan memasuki Milenium kedua.

Pemain asal Ukraina in menjadi striker yang tergantikan di kubu AC Milan.

Diboyong dari Dynamo Kiev pada tahun 1999, Andriy Shevchenko langsung menjadi striker yang subur di Liga Italia.

Tak hanya di dalam negeri Andriy Shevchenko juga banyak berbicara di Liga Eropa.

Beberapa gelar top skor juga disumbangkannya saat memperkuat klub merah hitam itu

Dirinya juga menjadi salah satu aktor utama AC Milan kala meraih Piala Champions pada musim 2003.

Kepergiannya ke Chelsea pada tahun 2006 ditangisi oleh banyak Milanisti.

Meski sempat kembali ke AC Milan pada 2008. namun performanya sudah jauh menurun.

Andriy Shevchenko Ingin Latih AC Milan

Melansir Kompas.com, mantan striker andalan AC Milan, Andriy Shevchenko menyimpan hasrat untuk menangani Rossoneri pada masa mendatang.

Setelah pensiun sebagai pemain pada 2012, Shevchenko kemudian menjajal karier sebagai pelatih.

Saat ini, dia sedang menangani tim nasional Ukraina.

Kini, ia mengaku tertarik untuk melatih mantan klubnya tersebut, seperti yang telah dilakukan sejumlah eks rekan setimnya, yakni Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, dan Gennaro Gattuso.

"Milan adalah klub yang sudah menjadi bagian dari hidup saya. Meski demikian, saya kini sedang sibuk dengan timnas Ukraina, dan Gattuso juga sudah melakukan tugasnya (di AC Milan) dengan baik," ujar Shevchenko kepada DAZN.

"Namun, tentunya saya ingin melatih Milan pada suatu hari nanti karena saya sangat erat dengan mereka, dengan para fans, dan para rekan setim. Mungkin, nanti ada masanya saya melatih Milan," tutur dia.

Shevchenko tergolong sukses karena sanggup mempersembahkan berbagai prestasi bergengsi.

Ia mampu menyumbangkan 175 gol dari 322 pertandingan di berbagai kompetisi, serta berkontribusi meraih sejumlah gelar juara, di antara Liga Italia dan Liga Champions.

(*)

Massimo Ambrosini, Perannya tak Terlihat Namun tak Tergantikan di AC Milan

Kualitas Lucas Paqueta Bersama AC Milan Mulai Diragukan, Marco Giampaolo Temukan Solusi

Alessandro Nesta, Ikon Lazio yang Bergelimang Gelar Bersama AC Milan

Kekalahan AC Milan dari Udinese Disebut Karena Marco Giampaolo tak Turunkan Pemain Ini

AC Milan Gagal Total dengan Pakem Trequartista, Marco Giampaolo Isyaratkan Ubah Formasi

    

Penulis: Januar Alamijaya
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved