Kadar GAR Rendah, Perusahaan di Kaltara Sulit Penuhi DMO 25 Persen

Perusahaan pertambangan batu bara di Kalimantan Utara belum mampu memenuhi kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25 persen

Kadar GAR Rendah, Perusahaan di Kaltara Sulit Penuhi DMO 25 Persen
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Ponton memuat batu bara melintas di perairan Tarakan beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Perusahaan pertambangan batu bara di Kalimantan Utara belum mampu memenuhi kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25 persen,

sesuai yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 23 K/30/MEM/2018 tentang Penetapan Presentase Minimal Penjualan Batu Bara untuk Kepentingan Dalam Negeri.

Salah satu penyebabnya ialah standar kadar GAR atau Gross Air Received) dan sulfur batu bara yang dipakai PLN (Persero).

Rata-rata kadar GAR batu bara produksi perusahaan di Kalimantan Utara lebih rendah dibanding standar PLN.

"PLN maunya GAR 4,2 dan sulfurnya rendah. Sementara di kita banyak sekali yang tidak memenuhi standar itu, atau GAR-nya di bawah 4,2," kata Kepala Dinas ESDM Kalimantan Utara Ferdy Manurun Tanduklangi, Ahad (1/9/2019).

Ada pula perusahaan yang bisa memproduksi batu bara dengan kadar GAR yang tinggi, namun kadar sulfur rendah.

"Itu juga masalah. Jadi tidak semudah itu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ada lika-likunya baik dari karakteristik batu baranya sendiri maupun dari pasar yang ada," ujarnya.

Sebetulnya ada alternatif lain untuk memenuhi kebijakan DMO, yakni transfer kuota.

Artinya, satu perusahaan membeli kuota perusahaan lainya. Tahun lalu, sudah ada perusahaan di Kaliantan Utara yang menerapkan sistem ini.

"Secara bisnis lebih menguntungkan.Karena marginnya tidak terlau besar dibanding harga ekspor, hanya 2 persen.

Harga dalam negeri USS 70, sedangkan kalau diekspor USS 72. Dulu marginnya bisa sampai USS 30 kalau diekspor," ujarnya. (*)

Baca Juga

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Dukung Digitalisasi Nunukan, Menjahit Indonesia dari Perbatasan

KPU Kaltara: Kemungkinan September Ini Launching Pilkada Serentak 2020

Lokasi Ibu Kota Baru RI di Kalimantan Timur Dikepung Izin Tambang Batu Bara

Ibu Kota Baru di Kaltim Usung Konsep Green, Begini Kata Pengamat Soal Perusahaan Tambang Batu Bara

ESDM Turunkan Kuota Batu Bara Kaltara 6,2 Juta Ton, Irianto Ingatkan Pelaku Tambang Penuhi DMO

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved