Ibu Kota Baru

Warga Kukar Ini Serahkan 15 Hektar tuk Lahan Ibu Kota Baru RI, Dihibahkan Buat Kantor Kemendagri 

Betulungan etam bisa (Saling tolong kita bisa)" Lurah Loa Ipuh Darat, AR Ambo Dalle mengatakan, lahan tersebut adalah eks konsesi perusahaan batu bara

Warga Kukar Ini Serahkan 15 Hektar tuk Lahan Ibu Kota Baru RI, Dihibahkan Buat Kantor Kemendagri 
Tribunkaltim.co/Fachmi Rachman
Kawasan Samboja Kuala, Kalimantan Timur tampak dari udara, Selasa (27/8/2019). Kawasan kelurahan yang menjadi pusat pemukiman setelah kelurahan Seluang dan Kecamatan Muara Jawa, Samboja Kuala tidak lepas dari incaran investor yang mencari lahan untuk investasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMBOJA - Pemerintah pusat menyatakan Ibu Kota Indonesia di Kaltim atau Kalimantan Timur

Warga di Kalimantan Timur pun sudah tahu jika ada keputusan Ibu Kota Indonesia di Kaltim, satu di antaranya warga yang jadi tempat ibu kota baru

Yakni masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara atau Kukar

Warga di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur menyiapkan lahan 15 hektar secara cuma-cuma untuk pembangunan kantor Kementrian Dalam Negeri atau Kemendagri.

Hibah lahan tersebut sebagai bentuk apresiasi warga terhadap pemindahan ibu kota negara ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur.

Lahan itu kini dipasang plang oleh warga yang bertuliskan, "Mendukung pemindahan ibu kota negara. Kami menyediakan lahan seluas 15 hektar untuk rencana pembangunan Kantor Kemendagri.

Betulungan etam bisa (Saling tolong kita bisa)" Lurah Loa Ipuh Darat, AR Ambo Dalle mengatakan, lahan tersebut adalah eks konsesi perusahaan tambang batu bara milik PT Tanito Harum yang distop izin perpanjangan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Lahan tersebut kini dikuasai warga secara kolektif.

Alasan lain menyiapkan lahan khusus kantor Kemendagri, lanjut Ambo Dalle, karena menurut warga nama Kemendagri lebih familiar ketimbang kementerian lain.

"Kenapa buat Kemendagri, karena nama itu sering mereka dengar atau lebih familiar. Itu saja alasannya," kata Ambo Dalle, Minggu (1/9/2019).

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved