Berita Balikpapan Terkini

Harga Tiket Pesawat Memicu Deflasi Agustus 2019 di Balikpapan, Angkanya Sebesar Ini

Kelompok Bahan Makanan juga memberikan andil deflasi sebesar -0,19% (mtm), didorong oleh penurunan harga komoditas sayuran seperti kangkung, sawi

Harga Tiket Pesawat Memicu Deflasi Agustus 2019 di Balikpapan, Angkanya Sebesar Ini
TRIBUN KALTIM/M ARFAN
TERGANJAL LAHAN - Pesawat ATR 42 milik maskapai Kalstar Aviation take off di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, (3/12/2016). Rencananya pengembangan bandara ini terganjal keterbatasan lahan dan kondisi eksisting. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pada bulan Agustus 2019, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mengalami deflasi sebesar -0,52% (mtm).

Lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya dengan deflasi sebesar -0,08% (mtm) maupun rata-rata inflasi bulan Agustus selama 3 tahun terakhir yang sebesar -0,27% (mtm).

Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 1,35% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Kalimantan Timur sebesar 1,74% (yoy) dan nasional 3,49% (yoy).

Kepala Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan, Inflasi tahunan Kota Balikpapan tercatat terendah kedua di Pulau Kalimantan setelah Tanjung (1,31%-yoy).

Sementara, secara kumulatif, inflasi Agustus 2019 mencapai 1,78 persen (ytd).

"Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi bulan Agustus 2019 didorong oleh koreksi harga pada kelompok Transport, Komunikasi dan Jasa Keuangan dengan andil deflasi sebesar -0,41%, yang disumbang oleh masih berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara pada low season," kata Bimo Epyanto.

Pada saat yang sama, kelompok Bahan Makanan juga memberikan andil deflasi sebesar -0,19% (mtm), didorong oleh penurunan harga komoditas sayuran seperti kangkung, sawi hijau, tomat sayur dan bayam seiring dengan kecukupan pasokan di tengah kondisi cuaca yang mendukung.

Sementara, laju deflasi bulan Agustus 2019 tertahan oleh kelompok makanan jadi, minuman dan rokok yang memberikan andil inflasi sebesar 0,04% didorong oleh kenaikan harga air kemasan.

"Selain itu, kenaikan harga emas perhiasan turut menyumbang inflasi dari kelompok sandang sebesar 0,02 persen," ungkap Bimo Epyanto.

Ke depan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberi tekanan inflasi," diantaranya, tahun ajaran baru Perguruan Tinggi, musim kemarau di daerah pemasok, berlanjutnya kenaikan harga emas.

Halaman
1234
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved