Berita Eksklusif

Kosmetik Racikan Dijual lewat Online Shop, Beredar di Kaltim tanpa Ada Sertifikasi BPOM

Kosmetik ilegal serta mengandung bahan berbahaya marak diperjualbelikan di Kota Samarinda dan beberapa daerah wilayah Kaltim.

Kosmetik Racikan Dijual lewat Online Shop,  Beredar di Kaltim tanpa Ada Sertifikasi BPOM
(TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
KOEMETIK ILEGAL - Ada sekitar 5.000 produk kosmetik ilegal diamankan dari pasaran yang beredar. Perlu diingat Pasal 197 UU Kesehatan Nomor 36/2009 menyatakan pengedar farmasi ilegal diancam 15 tahun kurungan penjara. 

Sayang, kurangnya kesadaran masyarakat, serta pelaku usaha membuat kosmetik terlarang ini berkembang pesat.

Kepala BB POM Samarinda Leonard Duma menerangkan, pelaku usaha kosmetik yang menyalahi aturan ini umumnya memasarkan dagangnya dengan memanfaatkan media sosial.

Guna meyakinkan konsumen produknya legal, tidak sedikit pelaku usaha kosmetik ilegal mencantumkan produknya telah terdaftar (alias izin palsu) dari BPOM setempat.

Kenyataannya, hingga saat ini BB POM Samarinda belum pernah mengeluarkan sertifikat (izin edar) terhadap usaha kosmetik. Bahkan, hingga saat ini juga belum pernah ada yang mengajukan produk kosmetik ke pihaknya.

"Di Kaltim belum ada yang mengajukan, skala industri maupun home industri. Biasanya yang banyak dijual oleh mereka pemutih kulit.

Hal itu tidak diperbolehkan, karena itu mengubah pigmen kulit. Kalau ada yang mengajukan pasti ditolak, kita hanya memperkenankan produk pencerah kulit," ucapnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (27/8).

Ribuan Kosmetik Ilegal Berbahaya dari Samarinda dan Mahakam Ulu, Disita Petugas, Mengandung Merkuri

BPOM Ungkap Gudang Kosmetik Ilegal Rp 1,3 Miliar, Mengandung Bahan Berbahaya, Merknya Familiar

Tersangka Kasus Kosmetik Ilegal di Kota Balikpapan Masih Jualan Produknya, Ini Penjelasan Polisi

Hasil penindakan yang dilakukan BB POM bersama Kepolisian, dan instansi terkait, rata-rata pelaku kosmetik ilegal membeli bahan-bahan kosmetik yang telah terdaftar di BPOM, lalu diracik kembali, dengan mencampur bahan satu dengan bahan lainnya.

Selain itu, ada juga yang membeli kemasan besar, lalu dikemas ulang dengan merek yang berbeda.

"Ini sama saja dengan produksi, harus miliki izin edar, dan izin dari pemilik produk," imbuhnya.

Duma menilai, efek dari penggunaan kosmetik racikan ini memang sangat cepat memutihkan kulit, namun kandungan yang terdapat pada kosmetik racikan sangat berbahaya bagi tubuh.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved