Berita Eksklusif

Kosmetik Racikan Dijual lewat Online Shop, Beredar di Kaltim tanpa Ada Sertifikasi BPOM

Kosmetik ilegal serta mengandung bahan berbahaya marak diperjualbelikan di Kota Samarinda dan beberapa daerah wilayah Kaltim.

Kosmetik Racikan Dijual lewat Online Shop,  Beredar di Kaltim tanpa Ada Sertifikasi BPOM
(TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
KOEMETIK ILEGAL - Ada sekitar 5.000 produk kosmetik ilegal diamankan dari pasaran yang beredar. Perlu diingat Pasal 197 UU Kesehatan Nomor 36/2009 menyatakan pengedar farmasi ilegal diancam 15 tahun kurungan penjara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kosmetik ilegal serta mengandung bahan berbahaya marak diperjualbelikan di Kota Samarinda dan beberapa daerah wilayah Kaltim. Peredaran kosmetik ilegal saat ini dengan mudah bisa didapat cukup melalui media sosial.

Umumnya, pedagang kosmetik tersebut menjajakan dagangannya menggunakan media sosial mulai Facebook hingga Instagram, atau yang biasa disebut dengan online shop (Olshop). Dengan media sosial, pedagang kosmetik dapat menjangkau seluruh kalangan.

Rata-rata yang banyak dijual, kosmetik yang berfungsi memutihkan kulit. Biasanya disebut dengan handbody maupun lulur racikan.

Memiliki kulit yang putih memang jadi dambaan kaum hawa yang kerap mencari kosmetik jenis ini. Hal inilah yang membuat pengikut Olshop jumlahnya mencapai ribuan.

Saat memasarkan produk kosmetik, pedagang selalu memposting produk disertai harga, khasiat, dan testimoni konsumen yang telah menggunakan produk tersebut. Nyaris seluruh testimoni yang diposting berisi kepuasan atas produk tersebut.

Dengan banyaknya testimoni positif dari konsumen, hal itu dinilai dapat menarik perhatian konsumen lainnya untuk membeli produk kecantikan itu.

Kosmetik ilegal yang disita aparat di Samarinda dan Mahakam Ulu
Kosmetik ilegal yang disita aparat di Samarinda dan Mahakam Ulu (Tribunkaltim.co, Christoper Desmawangga)

Tribun Kaltim mencoba menelusuri pedagang-pedagang yang menjual kosmetik ilegal, atau menjual tanpa adanya sertifikat dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Tidak sulit mencari pedagang kosmetik di media sosial, bahkan mereka menawarkan secara terbuka produknya.

Salah satunya Olshop satu ini yang berada di Kota Tepian (Samarinda). Ketika ditanya mengenai produk yang dijualnya, salah seorang pedagang menanyakan terlebih dahulu jenis kulit si calon pembeli.

Layaknya seorang ahli, si pedagang sempat menanyakan beberapa pertanyaan, "Kulitnya sulit putih atau gampang putih?"

Hal itu ditanyakan agar mudah mengetahui produk mana yang cocok dengan si calon pembeli. Untuk memutihkan badan, si pedagang menawarkan handbody dan lulur racikan.

Lalu kembali bertanya, "Untuk kulit yang sudah putih atau untuk kulit yang sulit putih? jadi, tergantung jenis kulit," ucapnya saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat.

Handbody dan lulur yang dijualnya berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 350 Ribu. Jika sudah deal antara calon pembeli dengan pedagang, produk tersebut akan diantarkan langsung lewat kurir dari ke alamat pembeli.

Beberapa pedagang kosmetik menolak si calon pembeli datang ke rumah maupun tempat jualannya.

Kepada Tribun, penjual kosmetik yang enggan disebut namanya ini menjajakan produknya kurang lebih lima tahun.

Usahanya dapat terus hidup, karena permintaan terhadap produk kosmetik daganganya banyak dicari.

Ketika ditanya mengenai produknya apakah telah terdaftar serta memiliki sertifikat dari BPOM, dia mengaku produk yang dijualnya tidak terdaftar pada BPOM.

"Yang saya jual ini racikan, bukan kosmetik yang ada izin BPOM-nya. Kalau bahannya terdaftar, tapi kalau diracik kan tidak terdaftar," terangnya.

Saat ditanya mengenai kandungan bahan yang digunakannya saat meracik kosmetik yang menurutnya dapat dengan cepat memutihkan kulit, si pedagang hanya membalas, "Itu tidak bisa saya sebutkan, rahasia perusahaan," jawabnya singkat.

Caption : BBPOM Samarinda bersama Polresta Samarinda menggrebek rumah yang dijadikan tempat pembuatan kosmetik ilegal di jalan Perjuangan II, Samarinda.
Caption : BBPOM Samarinda bersama Polresta Samarinda menggrebek rumah yang dijadikan tempat pembuatan kosmetik ilegal di jalan Perjuangan II, Samarinda. (HO/Satreskoba Polresta Samarinda)

Pakai Izin Palsu
Upaya mengatasi peredaran kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya telah dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Samarinda.

Sayang, kurangnya kesadaran masyarakat, serta pelaku usaha membuat kosmetik terlarang ini berkembang pesat.

Kepala BB POM Samarinda Leonard Duma menerangkan, pelaku usaha kosmetik yang menyalahi aturan ini umumnya memasarkan dagangnya dengan memanfaatkan media sosial.

Guna meyakinkan konsumen produknya legal, tidak sedikit pelaku usaha kosmetik ilegal mencantumkan produknya telah terdaftar (alias izin palsu) dari BPOM setempat.

Kenyataannya, hingga saat ini BB POM Samarinda belum pernah mengeluarkan sertifikat (izin edar) terhadap usaha kosmetik. Bahkan, hingga saat ini juga belum pernah ada yang mengajukan produk kosmetik ke pihaknya.

"Di Kaltim belum ada yang mengajukan, skala industri maupun home industri. Biasanya yang banyak dijual oleh mereka pemutih kulit.

Hal itu tidak diperbolehkan, karena itu mengubah pigmen kulit. Kalau ada yang mengajukan pasti ditolak, kita hanya memperkenankan produk pencerah kulit," ucapnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (27/8).

Ribuan Kosmetik Ilegal Berbahaya dari Samarinda dan Mahakam Ulu, Disita Petugas, Mengandung Merkuri

BPOM Ungkap Gudang Kosmetik Ilegal Rp 1,3 Miliar, Mengandung Bahan Berbahaya, Merknya Familiar

Tersangka Kasus Kosmetik Ilegal di Kota Balikpapan Masih Jualan Produknya, Ini Penjelasan Polisi

Hasil penindakan yang dilakukan BB POM bersama Kepolisian, dan instansi terkait, rata-rata pelaku kosmetik ilegal membeli bahan-bahan kosmetik yang telah terdaftar di BPOM, lalu diracik kembali, dengan mencampur bahan satu dengan bahan lainnya.

Selain itu, ada juga yang membeli kemasan besar, lalu dikemas ulang dengan merek yang berbeda.

"Ini sama saja dengan produksi, harus miliki izin edar, dan izin dari pemilik produk," imbuhnya.

Duma menilai, efek dari penggunaan kosmetik racikan ini memang sangat cepat memutihkan kulit, namun kandungan yang terdapat pada kosmetik racikan sangat berbahaya bagi tubuh.

Saat diteliti isi kandungan kosmetik tersebut, tersapat merkuri, yang merupakan logam berat berbahaya dan bersifat racun, sering ditemukan pada produk pemutih dan air raksa, dengan efek samping dapat menimbulkan kanker kulit dan gejala kesehatan lainnya.

"Khasiatnya memang cepat, makanya banyak yang tertarik menggunakannya. Tapi, ini sangat berbahaya, bisa sebabkan kanker, sangat fatal efeknya," ungkapnya.

Lanjut Duma menjelaskan, peredaran bahan berbahaya seperti merkuri seharusnya tidak bisa didapatkan oleh pelaku usaha kosmetik ilegal, pasalnya peredaran merkuri hanya bisa dijual oleh pengecer yang terdaftar, dan hanya dapat dibeli oleh pengguna akhir bahan berbahaya.

Awasi Perdagangan Kosmetik Ilegal Termasuk di Kaltim, Ini Kata Kepala BPOM RI

Kejari Balikpapan Limpahkan Perkara Kosmetik Ilegal ke Pengadilan, 3 Tersangka Segera Disidang

"Merkuri juga digunakan untuk sejumlah industri, tapi kebocoran peredaran bahan ini selalu terjadi, dan disalahgunakan oleh pelaku usaha kosmetik ilegal," tuturnya.

Namun, dirinya memastikan di Samarinda tidak terdapat toko maupun pedagang yang memperjualbelikan merkuri secara terbuka maupun tertutup.

"Kalau di sini, umumnya pelaku usaha kosmetik ilegal hanya membeli produk lalu diracik, dan dijual kembali," kata Leonard. (cde)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved