Berita Pemprov Kalimantan Utara

Lantik Para Pejabat, Gubernur: Jangan Takut, Jangan Terpengaruh, Yang Penting Bekerja di Track Benar

"Saya minta, sumpah jabatan yang diucapkan jangan hanya sebagai retorika, ucapan di bibir saja, dan bukan hanya dijadikan sebagai hal yang rutin.

Lantik Para Pejabat, Gubernur: Jangan Takut, Jangan Terpengaruh, Yang Penting Bekerja di Track Benar
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memimpin acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, serta jabatan fungsional tertentu di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltara di Kantor Gubernur, Tanjung Selor, Jumat (30/8/2019). 

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie berpesan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya yang menduduki jabatan agar memagang teguh sumpah/janji yang sudah diucapkan.

Demikian ditegaskannya saat memimpin pengambilan sumpah/janji dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, serta jabatan fungsional tertentu di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Jumat (30/8/2019).

"Saya minta, sumpah jabatan yang diucapkan jangan hanya sebagai retorika, ucapan di bibir saja, dan bukan hanya dijadikan sebagai hal yang rutin. Namun harus kita pertanggungjawabkan. Sumpah bukan hanya disaksikan oleh kita, tapi demi Allah, Zat Yang Maha Pencipta. Jadi jangan dianggap remeh," kata Irianto dalam arahannya.

Sumpah juga, tegas Gubernur, diucapkan untuk bangsa dan negara. Sehingga diharapkan ASN yang disumpah, menjadi abdi negara yang berbakti dan mentaati aturan-aturan yang dibuat pemerintah. "Jadi lah manusia yang selalui berusaha menepati, memegang teguh sumpah," tandasnya.

Ada 66 ASN yang dilantik dan diambil sumpah janji jabatan pada acara yang dilangsungkan di Aula Gedung Gabungan Dinas Pemprov Kaltara, Jumat (30/8/2019). Termasuk 3 jabatan tinggi pratama. Yaitu Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

"Dalam lingkungan organisasi, termasuk di jajaran pemerintahan, mutasi merupakan yang biasa, dan harus dilakukan. Jadi bukan hal yang luar biasa," kata Gubernur menjelaskan tentang pelaksanaan mutasi.

Kenapa dilakukan mutasi? Irianto menerangkan, mutasi dilakukan karena beberapa hal. Seperti karena adanya kekosongan jabatan, entah pejabat sebelumnya pensiun atau meninggal dunia. Kemudian karena ada promosi, pembinaan. Ada juga yang dilakukan sebagai punishment, hingga untuk penyegaran.

"Mutasi dilakukan juga sebagai implementasi Undang-Undang. Untuk itu bagi ASN atau PNS (Pegawai Negeri Sipil) wajib untuk memahami. Salah satunya, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, tentang ASN. Di mana, di dalamnya termasuk mengatur tentang mutasi bagi ASN," terangnya.

Ada beberapa hal penting yang disampaikan, berkaitan dengan pelaksanaan mutasi jabatan. Pertama, bagi para pejabat yang baru saja dilantik, diminta untuk wajib mensyukuri.

"Saya paham, dalam momen ini, pasti ada yang kecewa, ada juga yang senang. Sebagai Warga Negara yang baik, apalagi ASN yang sudah disumpah, harus menerima. Tetap syukuri, dan bekerja dengan sungguh di mana pun posisi kita. Harus diingat juga, bahwa jabatan ini hanya sementara," ujar Irianto

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved