OTT KPK

Bupati Muaraenim Ahmad Yani Terjerat OTT KPK, Desember 2018 Ikut Ikrar Antikorupsi

OTT Bupati Muara Enim Ahmad Yani mengejutkan sejumlah pihak. Sebab, selama ini Bupati Muaraenim Ahmad Yani terkenal progresif

Bupati Muaraenim Ahmad Yani Terjerat OTT KPK, Desember 2018 Ikut Ikrar Antikorupsi
WARTAKOTA/HENRY LOPULALAN)
ILUSTRASI - Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan bersama penyidik KPK menunjukkan barang bukti hasil operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub, di kantor KPK, Jakarta, Kamis (24/8/2017). KPK menetapkan dua orang tersangka dalam OTT Dirjen Hubla Kemenhub yaitu Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adhi Guna Keruktama Adiputra Kurniawan serta uang senilai Rp 20,74 miliar terkait perizinan sejumlah proyek di DItjen Hubla. 

Calon penyandang gelar Doktor Ilmu Managemen SDM ini bersama pasangannya, Juarsah SH langsung tancap gas.

Keduanya bekerja sejak hari pertama memimpin kabupaten berjuluk “Bumi Serasan Sekundang” ini, pada 24 September 2018 lalu

Untuk diketanui, Ahmad Yani Lahir di Jakarta, pada 10 November 1965.

Ia merupakan putra pasangan Suratul Kahfie SH (seorang Hakim Pengadilan Tinggi Agama dan Hj Yusa.

Sampai saat berita ini diturunkan belum diketahui detil kasus korupsi apa yang menjerat Ahmad Yani.

Sebelumnya, warga Muara Enim dikagetkan oleh kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyegel kantor Bupati Ahmad Yani.

Kantor Bupati Muaraenim di segel Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI, Senin (2/9/2019) malam.

Pantauan sampai Selasa (3/9/2019) dini hari ini, hanya ada beberapa satuan polisi pamong praja (Pol PP) berjaga.

Di pintu masuk kantor bupati, tampak segel bertuliskan KPK sebagai tanda dilarang masuk di pasang.

Suasana di Kantor Pemda Muaraenim sepi, tak terlihat satupun petugas dari KPK.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved