Berita Pemkab Berau

Cegah dan Tangani Kebakaran Hutan Lahan, BPBD Berau Bentuk Tim Patroli Terpadu

Ada sekitar 15 orang yang tergabung dalam tim patroli ini, mereka akan bertugas selama 30 hari ke depan, untuk memberikan sosialisasi

Cegah dan Tangani Kebakaran Hutan Lahan, BPBD Berau Bentuk Tim Patroli Terpadu
HUMASKAB BERAU
Tim pencegahan kebakaran hutan dan lahan menggelar apel pelepasan yang dilakukan oleh Kepala BPBD Berau, Thamrin, Senin (2/9/2019). Tim selanjutnya akan berpatroli di wilayah Berau. Tim terdiri Manggala Agni dari Penajam dari Sangkima, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, jajaran TNI dan Polres Berau serta masyarakat peduli api. 

TANJUNG REDEB – Selama musim kemarau 2019 ini, kebakaran lahan terus meluas. Untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, memebntuk Tim Patroli Terpadu.

Tim yang terdiri dari Manggala Agni dari Penajam dan Sangkima, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, jajaran TNI dan Polres Berau serta masyarakat peduli api. Tim ini dilepas langsung oleh Kepala BPBD Berau, Thamrin, Senin (2/9/2019).

“Mereka akan berpatroli ke empat kecamatan yang paling sering terjadi kebakaran hutan dan lahan, di Tumbit, Segah, Labanan, Teluk Bayur dan Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan,” kata Thamrin kepada Tribunkaltim.co.

Ada sekitar 15 orang yang tergabung dalam tim patroli ini, mereka akan bertugas selama 30 hari ke depan, untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar menghindari pembukaan lahan dengan cara dibakar, membakar sampah di tempat terbuka yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

“Salah satu tugasnya melakukan sosialisasi agar tidak membakar hutan dengan cara membakar. Tidak bisa kita pungkiri, budaya masyarakat kita, melakukan pembakaran lahan untuk bertani. Tetapi ini ada waktunya, ada prosedurnya, mereka harus lapor dulu sebelum membakar lahan,” tegas Thamrin.

Dirinya juga mengatakan, tim patroli gabungan dari lintas instansi ini baru pertama kali dibentuk. Karena itu, perlu ada kerjasama dan koordinasi, karena apapun bisa terjadi di lapangan.

“Masih banyak yang belum diketahui, seperti kondisi medan maupun temuan-temuan baru yang bisa saja ditemukan di lapangan,” jelas mantan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten Berau ini.

Pihaknya akan melakukan evaluasi kinerja tim ini, dan kemungkinan akan melakukan perpanjangan masa patroli.

“Ini tahap pertama, berikutnya akan kita perpanjang jika masum kemarau lebih panjang,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Berau, Muharram menegaskan, selama musim kemarau, kebijakan membakar lahan di bawah dua hektare tidak berlaku lagi.

Selama ini diakuinya ada kebijakan pemerintah untuk mengizinkan masyarakat untuk membakar membuka lahan pertanian.

Pasalnya, sebagian besar masyarakat yang menghuni daerah perbukitan dan hutan menjadi petani ladang berpindah. Keterbatasan modal untuk membayar buruh atau menyewa alat berat guna membuka lahan, menjadi alasan mengapa pemerintah memberlakukan kebijakan ini.

Namun kebijakan ini tidak berlaku di musim kemarau, karena dikhawatirkan akan memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang tidak terkendali.(advertorial/gef)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved