Berita Balikpapan Terkini

Defisit BPJS Kesehatan Tarif Dinaikan, Berdampak ke Obat-obatan di Balikpapan akan Terjadi Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Ahmad Zain mengatakan, naiknya iuran BPJS Kesehatan berdampak, sebab satu kompenen dengan obat-obatan.

Defisit BPJS Kesehatan Tarif Dinaikan, Berdampak ke Obat-obatan di Balikpapan akan Terjadi Inflasi
Kontan.co.id
Salah satu obat yang diproduksi PT Kalbe Farma. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Isu kenaikkan harga iuran BPJS Kesehatan memang lagi hangat diperbincangkan dimasyarakat.

Pro dan kontra pun memunculkan beberapa spekulasi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Ini tidak terlepas dari alasan defisit BPJS Kesehatan

Dengan naiknya harga iuran BPJS Kesehatan dapat memberikan dampak paada harga obat-obatan, bisa menjadi salah satu pemicu inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Ahmad Zain mengatakan, naiknya iuran BPJS Kesehatan berdampak, sebab satu kompenen dengan obat-obatan.

"Akan terjadi kenaikkan harga obat-obatan. Kita juga belum tahu apakah diterima kenaikannya dibulan September ini, kami belum tahu," kata Ahmad Zain

Rencana penyesuaian atau kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini menjadi topik hangat yang diperbincangkan, termasuk di Kota Balikpapan.

Kepala BPS Balikpapan Ahmad Zaini kepada mengaku jika iuran BPJS Kesehatan dinaikan oleh Pemerintah Pusat tentunya akan menjadi salah satu penyumbang inflasi di Balikpapan, Kalimantan Timur

Ini yang berasal dari komponen kesehatan selain obat-obatan.

Kendati demikian dirinya masih menunggu apakah kenaikan iuran ini benar-benar diterapkan atau tidak,karena masih ada banyak penolakan dari berbagai elemen di Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved