Berita Pemkab Kutai Barat

Sertifikasi Halal dan PIRT Diyakini Akan Tingkatkan Nilai Ekonomis Produk Kubar

memiliki sertifikasi halal menjamin atau meyakinkan kelayakan sebuah produk IKM dari segi kesehatan, kualitas dan kehalalan.

Sertifikasi Halal dan PIRT Diyakini Akan Tingkatkan Nilai Ekonomis Produk Kubar
HUMASKAB KUBAR
Peserta sosialisasi sertifikasi halal di Kantor Distan Kutai Bara, Barong Tongkok, berfoto bersama nara sumber dari MUI Kaltim yakni Sumarsongko, Hadi Suprapto, Wahyudi dan Hairullah. 

SENDAWAR - Mencantumkan sertifikasi (logo) halal dalam produk yang dimiliki Industri Kecil Menengah (IKM) maupun Rumah Potong Hewan (RPH), akan membantu perluasan pemasaran produknya pelaku usaha, di Kutai Barat (Kubar).

"Dengan begitu, pendapatan pun akan meningkat dan bagus,"kata Sekretaris Disdagkop dan UKM Kubar Janes Hutajulu, usai membuka sosialisasi sertifikasi halal, di Kantor Distan Kubar, Barong Tongkok.

Dia menambahkan, memiliki sertifikasi halal yang dikeluarkan MUI ini, menjamin atau meyakinkan kelayakan sebuah produk IKM dari segi kesehatan, kualitas dan kehalalan. Terutama saat pengembangan pemasaran, di mini market dan pusat perbelanjaan (mall).

"Dalam kegiatan sosialisasi ini, para pelaku usaha diberikan pemahaman dan pengetahuan terkait produk yang dihasilkan agar memperoleh label halal dari MUI,"terangnya.

Ketua MUI Kubar Ahmad Asrori mengapresiasikan dan mendukung kegiatan sosialisasi sertifikasi halal yang dilaksanakan Disdagkop dan UKM bersama Distan Kubar.

Hal ini akan banyak memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan tentang pentingnya mengetahui suatu produk hingga dapat dikatakan halal saat mengonsumsinya.

Sementara itu, Kabid Industri Yuyun Diah S mengatakan para pelaku usaha agar tetap menjaga produknya sesuai dengan kualitas dan standar yang ditetapkan MUI. Memiliki sertifikasi halal ini merupakan jaminan untuk pelaku usaha mengembangkan produknya ke pangsa pasar untuk bisa lebih luas lagi.

Masa berlaku sertifikasi halal ini, selama dua tahun sekali dan harus diperbaharui. Untuk mendapatkannya, pelaku usaha harus memiliki syarat-syarat, yakni, harus memiliki produknya yang dihasilkan. Baik makanan, minuman, kosmetik dan lainnya.

Berikutnya, memiliki izin usaha industri. Mengikuti pelatihan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) oleh Diskes, sehingga mendapatkan sertifikat PIRT. Lalu, ditingkatkan dengan sertifikasi halal.

Untuk mendapatkan sertifikasi halal ini juga, harus mengikuti sosialisasi sertifikasi halal. Setelah itu, tim audit akan turun ke lapangan ke rumah produksi pelaku usaha. Adapun audit yang dilakukan yakni dari bahan baku, bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan produk olahan makanan.

"Peralatan yang di gunakan dan proses pembuatan produk serta kelayakan lokasi produksi," terangnya.

Diketahui, jumlah peserta sekitar 22 orang terdiri dari IKM binaan Disdagkop dan UKM Kubar dan RPH binaan Distan Kubar. Peserta berasal dari wilayah Mook Manaar Bulatn, Barong Tongkok dan Linggang Bigung. Nara sumber dari MUI Kaltim yakni Sumarsongko, Hadi Suprapto, Wahyudi dan Hairullah. (hms6)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved