Berita Pemkab Berau

Dihadiri Para Pakar Hutan se-Indonesia, Bupati Berau Buka Seminar Nasional XXII Mapeki

Pada pelaksaaan seminar nasional XXII ini, Mapeki mengangkat tema ‘Inovasi Hijau Dalam Pemanfaatan Hasil Hutan Secara Berkelanjutan’

Dihadiri Para Pakar Hutan se-Indonesia, Bupati Berau Buka Seminar Nasional XXII Mapeki
HUMASKAB BERAU
Bupati Berau Muharram menyalami peserta Seminar Nasional XXII Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia (Mapeki). Seminar yang dihadiri para peneliti dari berbagai daerah di Tanah Air kali ini digelar di Tanjung Redeb, Berau, Selasa (3/9/2019) dan dibuka oleh Bupati Muharram. 

TANJUNG REDEBMasyarakat Peneliti Kayu Indonesia (Mapeki) kembali mengelar seminar nasional di Kalimantan Timur.

Dalam seminar yang ke-22 ini, Mapeki menunjuk Berau sebagai lokasi pelaksanaan. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Berau, Muharram di Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb, Selasa (3/9/2019).

Pada pelaksaaan seminar nasional XXII ini, Mapeki mengangkat tema ‘Inovasi Hijau Dalam Pemanfaatan Hasil Hutan Secara Berkelanjutan’. Kegiatan ini dihadiri oleh para peneliti kayu dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Kiswanto mengatakan kegiatan akan diisi paparan dari hasil penelitian yang telah dilakukan selama ini.

Jadi hasil penelitian yang telah dicapai ini diharapkan tidak hanya dijalankan oleh para peneliti untuk mencari hasil saja tapi ada manfaat yang bisa diberikan kepada pemerintah daerah untuk membantu pembangunan.

“Ini yang kita harapkan bersama. Hasil penelitian bisa berdampak nyata dan positif,” katanya.

Sementara Ketua Mapeki, Prof Fauzi Febrianto menyampaikan menjaga kelestarian hutan dan hasil hutan merupakan salah satu dari banyak cara untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Eksplorasi merupakan tantangan pada pengelolaan dan pemanfaatan hutan dan hasil hutan secara lestari serta memerlukan usaha yang nyata dan juga dukungan penelitian.

“Event tahunan ini sangat bermanfaat karena dapat memperkuat hubungan antar ilmuan dalam bidang perkayuan serta dapat mengetahui perkembangannya,” ujarnya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengarahkan kebutuhan penelitian dan prioritas berkaitan dengan inovasi ilmu pengetahuan mengenai hutan dan teknologi hasil hutan, mempromosikan penelitian terbaru dan interdisipliner.

Juga untuk mengembangkan dan memperkuat hubungan antar ilmuan, praktisi industri, pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah untuk mendorong kerja sama penelitian di bidang kehutanan dan teknologi hasil hutan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Muharram mengatakan berdasarkan data dari dinas kehutanan pada tahun 2013, deforestasi atau kerusakan hutan mencapai 134 ribu hektar per tahun. Tentu kondisi ini harus disikapi dengan serius dan memerlukan peran serta semua pihak agar kelestarian hutan tetap terjaga.

“Melalui penelitian yang dilakukan diharapkan bisa menjadi solusi mengatasi masalah ini. Saya sangat apresiasi atas terselengaranya seminar nasional ini yang mengumpulkan berbagai peserta dari luar daerah,” jelasnya. (advertorial/gef)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved