Internet Shutdown ala Papua

ADA yang menarik dari fenomena rusuh di Papua. Kerusuhan massa terjadi diduga dipicu oleh teriakan bernada rasis pada sekelompok mahasiswa Papua

Internet Shutdown ala Papua
TRIBUN KALTIM/RACHMAD SUJONO
Pengamat Literasi Media Sosial Pitoyo memberikan materi tentang dampak media sosial kepada mahasiswa Universitas Balikpapan di Conference Room, Selasa (25/9/2018). 

Oleh : Dr. Pitoyo, M.IKom
Praktisi Komunikasi dan Pemerhati Komunikasi Antarmanusia

TRIBUNKALTIM.CO - ADA yang menarik dari fenomena rusuh di Papua. Kerusuhan massa terjadi diduga dipicu oleh teriakan bernada rasis pada sekelompok mahasiswa Papua di Surabaya.

Kendati kasusnya masih dalam proses penyidikan aparat Polisi, sejak 17 Agustus 2019 silam, namun massa di Papua telanjur tersinggung dan menyulut kerusuhan massa.

Pemerintah menyikapi dengan ekstra hati-hati, atas terjadinya rusuh Papua ini. Demo massa yang semula menolak aksi yang diskriminatif, kemudian bergeser menjadi aksi massa yang merusak Gedung milik negara.

Massa pun jumlahnya dan lokasinya menyebar di beberapa kota di Papua. Bahkan belakangan terdengar teriakan untuk referendum agar masyarakat Papua menentukan nasibnya sendiri.

Sikap pemerintah yang hatihati dalam menyelesaikan Papua ini tentu saja perlu diapresiasi, karena masalahnya soal rasa dan harga diri maka pendekatannya pun perlu berbeda dengan aksi massa lainnya.

Namun yang perlu dicermati adalah keyakinan pemerintah bahwa untuk meredam aksi massa di era revolusi 4.0 adalah dengan memutus komunikasi internet di lokasi terjadinya rusuh.

Giat personel brimob polda kaltim bersama warga Fak-Fak, Papua Barat. Foto
Giat personel brimob polda kaltim bersama warga Fak-Fak, Papua Barat. Foto (TribunKaltim.CO/HO/Humas Polda Kaltim)

Sikap pemerintah ini untuk kedua kalinya, pertama, saat terjadi rusuh di Jakarta terkait sengketa pemilihan presiden dan pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Saat itu terjadi aksi demo yang berujung dengan kerusuhan massa di malam hari hingga berlangsung dua hari.

Pemerintah mengambil keputusan dengan melakukan pembatasan internet, sehingga pengguna internet tidak dapat mengunggah atau mengunduh gambar dan video di aplikasi what Apps atau sosial media, pada 2124 Mei 2019.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved