Pemerintah Malaysia Ajukan Gugatan Perdata Untuk Tarik Kembali Rp 13,4 Triliun Dari Skandal 1MDB

-Upaya Pemerintah Malaysia untuk mengambil kembali dana sekitar 4 miliar ringgit Malaysia (sekitar Rp 13,4 triliun)

Pemerintah Malaysia Ajukan Gugatan Perdata Untuk Tarik Kembali Rp 13,4 Triliun Dari Skandal 1MDB
Malaymail.com/Shafwan Zaidon
Mantan Perdana Menteri Najib Razak tiba di Kantor Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Selasa pagi (22/5/2018) waktu setempat 

TRIBUNKALTIM.CO-Upaya Pemerintah Malaysia untuk mengambil kembali dana sekitar 4 miliar ringgit Malaysia (sekitar Rp 13,4 triliun) yang pernah dikeluarkan anak perusahaan 1MDB terus dilakukan.

Terbaru adalah akan menempuh gugatan perdata agar dana tersebut bisa masuk kembali ke kas negara. 

1MDB, perusahaan investasi negara yang kini sudah tutup, berada dalam pusaran kasus korupsi yang melibatkan mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Pihak berwenang di Malaysia dan Amerika Serikat yakin bahwa jumlah dana yang diduga diselewengkan oleh para pejabat di 1MDB antara tahun 2009 hingga 2014 mencapai US$4,5 milyar (sekitar Rp63 triliun).

Dana pensiun

Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng seperti dikutip kantor berita Reuters menyatakan sekitar RM4 miliar telah dibelanjakan ke seluruh dunia oleh SRC International, anak perusaahn 1MDB.

Nazib Razak sendiri kini menghadapi tuntutan, beberapa kasus kriminal di mana ia dituduh mengantongi uang senilai US$681 juta (Rp9,6 triliun) dari 1MDB. Ia secara konsisten mengaku tidak bersalah dalam kasus ini.

Bocorkan info skandal 1MDB, anggota parlemen Malaysia dipenjara

Skandal 1MDB: Goldman Sachs nyatakan tuntutan pidana Malaysia 'salah alamat'
Pengusaha Malaysia yang terkait dengan skandal 1MDB 'menghilang'

Dalam pernyataannya, Lim Guan Eng menyebutkan pemerintah Malaysia melalui SRC kini tengah merencanakan gugatan perdata dan akan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk melacak uang hasil korupsi tersebut.

Menurut Lim seperti yang dilansir Kompas.Com, beberapa perusahaan yang menerima dana dari SRC antara lain BSI Bank di Swiss, Bank Julius Baer & Co Ltd di Hong Kong dan sebuah perusahaan eksplorasi batu bara Mongolia.

Halaman
123
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved