Perseteruan Politik Membuat Atlet Iran Harus Mundur Jika Bertemu Israel, Sudah Beberapa jadi Korban

Tetapi, Mollaei memutuskan membangkang dan meneruskan kompetisi apa pun yang terjadi.

Perseteruan Politik Membuat Atlet Iran Harus Mundur Jika Bertemu Israel, Sudah Beberapa jadi Korban
(via Sky News)
Mantan juara dunia judo asal Iran, Saeid Mollaei. Dia dilaporkan takut pulang ke Iran setelah membangkang perintah pemerintahnya untuk mundur dari kejuaraan dunia setelah atlet Israel juga berpartisipasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, TEHERAN - Politik harusnya lepas dari olahraga atau sebaliknya olahraga harus lepas dari politik.

Karena olahraga menjunjung nilai-nilai sportivitas, mau menerima kalah atau menang.

Hal ini yang mungkin mau diangkat oleh juara dunia Judo dari Iran. Meski akibat dari nilai sportivitas itu berdampak kurang baik bagi sang atlet dan keluarga.

Mantan juara dunia judo asal Iran, Saeid Mollaei, mengaku takut pulang ke negaranya setelah menentang pemerintah dari kejuaraan dunia.

Menurut Federasi Judo Internasional (IJF), Mollaei dituntut untuk mundur dari kompetisi karena dia berpeluang dengan pejudo asal Israel, Sagi Muki.

Dilansir dari Kompas.com, karena penolakannya untuk mundur dari kejuaraan dunia judo, Mollaei mengatakan dia sangat takut untuk pulang ke Iran dan saat ini membutuhkan pertolongan.

"Meski pemerintah sudah mengatakan saya bisa kembali tanpa masalah, saya takut.

Saya takut memikirkan apa yang akan terjadi pada keluarga dan saya," ungkapnya.

Sky News Senin (2/9/2019) menulis, selama bertahun-tahun tim olahraga Iran dilarang berpartisipasi dalam setiap kompetisi jika

hasil undian membuat mereka harus melawan atlet Israel.

Halaman
123
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved