Berita Pemprov Kalimantan Utara

Siapkan Tenaga Berdaya Saing, Gubernur Luncurkan Kartu Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikasi

Sebanyak 200 tenaga kerja bidang konstruksi menerima Kartu Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikasi.

Siapkan Tenaga Berdaya Saing, Gubernur Luncurkan Kartu Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikasi
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meninjau perangkat pelatihan di Mobile Training Unit di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Selasa (3/9/2019). 

“Tenaga kerja kita harus punya daya saing. Dan yang tak kalah penting, harus siap mental,” kata Gubernur.

Irianto mengatakan, untuk menjadi tenaga kerja yang berdaya saing, salah satunya adalah dengan memiliki sertifikasi. Berkaitan dengan itu, Pemprov Kaltara telah melakukan berbagai pelatihan serta memfasilitasi uji sertifikasi kepada para tenaga kerja di Kaltara.

Pentingnya tenaga kerja kontruksi tersertifikasi, lanjutnya, juga sejalan dengan yang telah diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2017, tentang Jasa Konstruksi.

Di mana pada era persaingan global yang tinggi seperti sekarang, tenaga kerja konstruksi, khususnya tenaga kerja lokal harus siap bersaing dengan tenaga kerja asing.

“Selain sebagai modal untuk bersaing dengan tenaga kerja asing, dengan tersertifikasi memungkinkan seorang tenaga kerja memiliki upah yang sesuai. Semakin terampil dan ahli dia, maka upah yang diterima pun semakin besar,” terangnya.

Gubernur optimis, kesiapan tenaga kerja, khususnya bidang konstruksi di Kaltara sudah cukup mumpuni dan punya daya saing. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya tenaga kerja konstruksi di provinsi ke-34 di Tanah Air yang sudah tersertifikasi.

Sesuai data di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kaltara, hingga sekarang sudah ada sekitar 1.200 tenaga kerja bidang konstruksi yang telah tersertifikasi. Di mana 200 di antaranya telah diberikan kartu tenaga kerja bersertifikasi.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Jasa Konstruksi DPUPR-Perkim Kaltara Deni Yusdianto mengatakan, upaya peningkatan SDM bagi para tenaga kerja bidang jasa konstruksi, sekaligus sertifikasi sudah dilakukan oleh Pemprov Kaltara sejak 2016 lalu. Yaitu melalui program Pelatihan, Fasilitasi Uji Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Kontruksi yang digalakkan DPUPR-Perkim Provinsi Kaltara.

Deni mengatakan, dalam penyelenggaraannya, program sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Kaltara, pihaknya melibatkan lembaga perguruan tinggi yang mencetak lulusan teknik. Seperti Universitas Kaltara (Unikaltar) Tanjung Selor, Universitas Borneo Tarakan (UBT), dan Politeknik Negeri Nunukan.

Bagi perguruan tinggi, lanjutnya, mahasiswa yang dapat mengikuti program ini adalah yang telah memasuki semester 7 atau 8. Dengan menggunakan jalur Distance Learning-SIBIMA atau Sistem Informasi Belajar Insentif Mandiri Bidang Kontruksi milik Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

“Sistemnya online. Kita beri jangka waktu sebulan, setelah itu kita assessment. Jika lulus maka akan mendapatkan SKA atau Sertifkat Keahlian Kerja,” tutupnya.(humas)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved