Jago Olah Jengkol jadi Kerupuk dan Insektisida, Pria Aceh ini Jadi Sorotan, Begini Awal Inspirasinya

Khusus kerupuk, karena belum mengurus izin dan sertifikat halal, maka hanya bisa dipasarkan di warung-warung sekitar desa gampong dipimpinnya saja.

Jago Olah Jengkol jadi Kerupuk dan Insektisida, Pria Aceh ini Jadi Sorotan, Begini Awal Inspirasinya
Foto kiriman Mahyeddin
Keuchik Desa KM VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Mahyeddin Abubakar mengolah adonan untuk kerupuk jengkol yang diproduksinya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mahyeddin Abubakar adalah Keuchik Desa KM VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara.

Di balik kesibukan mengurus desa, dia memiliki usaha kecil-kecilan berupa mengolah jengkol menjadi kerupuk dan insektisida.

Insektisida adalah bahan kimia bersifat racun yang bisa dipakai untuk membasmi serangga.

Khusus kerupuk, karena belum mengurus izin dan sertifikat halal, maka hanya bisa dipasarkan di warung-warung sekitar desa gampong dipimpinnya saja.

Harga jual hanya Rp 2 ribu per bungkus.

Mahyeddin, menceritakan, dia terinspirasi membuat kerupuk dari jengkol dari pengalaman mencicipi makanan ringan tersebut dari Palembang.

Apalagi bahan baku jengkol memang banyak tersedia di desanya.

Maka pada akhir tahun 2018, dia pun mulai mencoba membuat sendiri.

• Gempa Hari Ini Kamis 5 September 2019 Guncang Ternate, BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan

• Agar Indonesia tak Dituduh Rasis, Rizal Ramli Sarankan Natalius Pigai Menjabat di KPK

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved