Berita Balikpapan Terkini

Aktor Video Asusila Diduga Pelajar SMK di Balikpapan, Disdikbud Usul Jangan Diberi Sanksi Akademis

Disdikbud tegaskan pihak sekolah harus mengawasi secara ketat penggunaan smartphone bagi siswa di sekolah. Sesuai dengan surat edaran gubernur.

Aktor Video Asusila Diduga Pelajar SMK di Balikpapan, Disdikbud Usul Jangan Diberi Sanksi Akademis
Tribunkaltim.co/Budi Susilo
Ilustrasi - Meme viral video asusila yang tersebar dalam perangkat smartphone, jaringan WhatsApp. Kasus video asusila yang terjadi di salah satu siswa tingkat SMK Kota Balikpapan mendapatkan respon dari kepala Dinas Pendidikan Kebudayan atau Disdikbud Balikpapan Muhaimin, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus video asusila yang terjadi di salah satu siswa tingkat SMK Kota Balikpapan mendapatkan respon dari kepala Dinas Pendidikan Kebudayan atau Disdikbud Balikpapan Muhaimin, Jumat (6/9/2019).

Karena penyebaran video asusila yang viral di WhatsApp itu diduga pelajar SMK di Balikpapan.

Kasus tersebut menurutnya terjadi diakibatkan oleh faktor kurangnya kesadaran para remaja tentang hubungan seksual. Apalagi dengan adanya penyalahgunaan gadget sehingga video asusila tersebut menyebar di dunia maya.

Untuk ia mengimbau kepada orang tua maupun sekolah lebih ketat mengawasi perkembangan gadget di remaja. Untuk orang tua sendiri sebaiknya seringkali mengawasi isi dari smartphone si anak tersebut.

"Untuk itu hati-hati kepada orangtua sebaiknya sering periksa apa saja yang ada di dalam gadget anak-anaknya khususnya untuk siswa SD maupun SMP," ucap Muhaimin.

Menurutnya pihak sekolah harus mengawasi secara ketat penggunaan smartphone bagi siswa di sekolah. Sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan gubernur Kalimantan Timur beberapa waktu lalu tentang pelarangan pembawaan gadget di sekolah tingkat SD maupun SMP lebih diperketat pengawasannya.

Sehingga para murid tingkat SD sampai SMP dilarang penuh membawa gadget atau smartphone di sekolah.

Sementara untuk tingkat SMA pihak sekolah harus lebih waspada terhadap konten yang dimiliki para murid.

"Siswa SMA boleh karena sudah dewasa. Selain itu ada beberapa mata pelajaran yang benar-benar menggunakan smartphone," kata Muhaimin.

Lalu untuk korban maupun pelaku penyebar video asusila tidak ada sanksi akademis seperti dikeluarkan dari sekolah.

Halaman
1234
Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved