BPOM Pastikan Rokok Elektronik Berbahaya Bagi Kesehatan

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan, rokok elektronik berbahaya bagi kesehatan, meski belum diatur pengawasannya.

BPOM Pastikan Rokok Elektronik Berbahaya Bagi Kesehatan
AFP
Ilustrasi Rokok elektronik 

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan, rokok elektronik berbahaya bagi kesehatan, meski belum diatur pengawasannya.

Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor BPOM Rita Endang mengimbau masyarakat hidup sehat tanpa rokok konvensional maupun versi elektrik. "Kita ketahui rokok dalam bentuk apapun itu konvensional, elektronik dan bahaya bagi kesehatan. BPOM imbau hidup sehat tanpa rokok," ujarnya, Jumat (6/9/2019).

Rita menyampaikan, meski belum diatur, pemerintah sudah ada draft makalah kebijakan atas pengawasan rokok elektronik.

"Ini masih draft, belum ada lebih jauh antar kementerian dan lembaga. Kami bahas dengan ahli paru, banyak juga dengan lembaga lain terkait rokok elektronik," katanya.

Saat ini, lanjut Rita, yang dilakukan BPOM sebatas melakukan pengawasan sesuai dengan kewenangan yang diberikan yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 terhadap rokok konvensional.

Beberapa hal yang diatur mulai dari label, iklan, kadar nikotin dan tar dari rokok konvensional, namun dinilanya BPOM tidam tutup mata dengan maraknya rokok elektronik.

"Tunggu (aturannya), sabar sebentar. BPOM sudah ambil sampel, kami tidak tutup mata," ia menambahkan.

Harga Rokok Elektrik Semakin Murah, Para Petani Tembakau Khawatir

Kelabui Petugas, Beraksi di Rumah Kosong, Pemuda Ini Simpan 22 Poket Sabu dalam Kotak Rokok

Ingin Berhenti Merokok, Silahkan Konsumsi Daun Seledri dan Minum Susu

BPOM telah memberikan masukan kepada pemerintah untuk melakukan revisi PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, atau lebih dikenal dengan PP Tembakau tersebut.

"Kita tunggu regulasinya. Memang izin dari kami hanya terkait rokok konvensional," pungkas Rita.

(*)

Kebijakan Diskon Harga Rokok Disorot, Dianggap Merusak Mental Masa Depan Bangsa

Kepolisian Penajam Ringkus Pelaku Sabu Depan Bengkel, Modus Pelaku Pakai Bungkus Rokok

Rokok Elektrik Mengandung Bahan Kimia, Penggunanya bisa Terkena Kanker

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved