Dituduh Sebagai Penculik Anak, Pria Asal India Tewas Dikeroyok

Kali ini seorang pria tewas setelah sekelompok orang mengeroyoknya, karena dituduh sebagai penculik anak.

Dituduh Sebagai Penculik Anak, Pria Asal India Tewas Dikeroyok
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
ILUSTRASI - Seorang warga India tewas setelah dikeroyok karena dituduh menjadi penculik anak 

TRIBUNKALTIM.CO-Isu kasus penculikan anak di India kembali menelan korban jiwa.

Kali ini seorang pria tewas setelah sekelompok orang mengeroyoknya, karena dituduh sebagai penculik anak

Pihak kepolisian India, Kamis (5/9/2019) dilaporkan telah menahan lima orang yang diduga terlibat dalam aksi main hakim sendiri hingga menewaskan seorang pria itu.

Sekitar 150 orang dilaporkan telah menjadi korban aksi penyerangan di seluruh negeri, yang didasarkan pada laporan penculikan palsu yang tersebar melalui aplikasi pesan, membuat kepolisian mengalami kesulitan.

Sejak 1 Agustus, sedikitnya sembilan orang telah tewas dan 135 lainnya cedera dalam serangan massa, menurut angka yang diperoleh media lokal.

Polisi mengatakan dalam insiden terbaru yang melibatkan penyerangan oleh segerombolan orang di negara bagian Jharkhand, pada Selasa (3/9/2019), seorang pria berusia 45 tahun menjadi korban setelah diserang menggunakan tongkat dan sepatu.

"Desas-desus beredar di desa tentang seorang penculik anak yang berkeliaran di wilayah itu. Kami menangkap lima orang dalam kasus ini," kata perwira senior polisi setempat, Prabhat Kumar, kepada AFP dilansir Kompas.Com.

Serangan itu terjadi setelah sehari sebelumnya, Senin (2/9/2019), enam orang lain juga menjadi korban pengeroyokan di negara bagian yang sama.

Sebelumnya, pada akhir Agustus, seorang wanita tunarungu dan tunawicara yang sedang hamil, diserang di New Delhi, dengan sekelompok orang yang menyerangnya percaya bahwa dia terlibat dalam kasus penculikan.

Pembunuhan oleh massa yang bergerombol bukan hal baru di India, tetapi penyebaran ponsel pintar hingga ke sudut-sudut terpencil kota telah memungkinkan rumor dibagikan dengan makin cepat dan dalam volume yang besar.

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved