Harga Rokok Elektrik Semakin Murah, Para Petani Tembakau Khawatir

Maraknya rokok elektronik (vape) dengan harga murah membuat kekhawatiran para petani tembakau.

Harga Rokok Elektrik Semakin Murah, Para Petani Tembakau Khawatir
ecigclopedia.com
Ilustrasi. 

TRIBUNKALTIM.CO-Maraknya rokok elektronik (vape) dengan harga murah membuat kekhawatiran para petani tembakau. Apalagi harga vape sudah mampu menjangkua kelas menengah ke bawah.

Selain itu, para generasi milenial juga mulai menyukai rokok elektrik, sehingga diyakini bakal menggerus dan perugikan  

Bahkan saat ini harga tembakau yang saat ini sudah anjlok, bukan mustahil akan semakin nyungsep dan berdampak pada pendapatan petani yang terus merosot.

 ”Pemerintah harus segera menyiapkan regulasi terhadap bisnis rokok elektrik. Sebab, peredarannya berpotensi merugikan petani tembakau, yang selama ini menjadi andalan (salah satunya) Nusa Tenggara Barat (NTB)," kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, Prof. Masnun Tahir, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/9/2019).

Masnun menambahkan, kebijakan pemerintah seharusnya berbanding lurus dengan kepentingan rakyat yakni memperhatikan manfaat dan mudharatnya, khususnya terhadap kehidupan petani tembakau.

”Dibandingkan rokok elektrik, tembakau tentu lebih bermaslahat bagi orang banyak dalam menunjang perekonomian.

Selain hanya dikonsumsi oleh segelintir elite, rokok elektrik juga lebih merupakan cerminan gaya hidup,” ujar Masnun Tahir, yang juga Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Menurut Masnun, tembakau sudah ada sejak zaman nenek moyang dan telah lama dijadikan bahan baku produksi rokok. Berbeda dengan rokok elektrik yang notabene baru muncul belakangan.

Dengan menggunakan cairan zat kimia, rokok elektrik ia yakini memiliki kandungan nikotin dan sejenisnya yang lebih tinggi dibandingkan tembakau yang merupakan hasil panen bumi dan berasal dari tanah.

Pendapat senada dikemukakan Wakil Rektor III Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Irpan Suriadinata. Ia menilai, rokok elektrik tidak memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Halaman
123
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved