Pempek Jadi Kata Sandi di Balik Suap Rp 14 Miliar Bupati Muara Enim, Begini Faktanya

Ahmad Yani, menggunakan kode atau sandi tertentu untuk menyamarkan aksinya. Satu kode yang digunakan adalah 'Pempek'.

Pempek Jadi Kata Sandi di Balik Suap Rp 14 Miliar Bupati Muara Enim, Begini Faktanya
TribunKaltim.CO/HO/Tribunnews/Irwan Rismawan
Penyidik KPK didampingi Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan (kiri) dan Laode M Syarif (kanan) menunjukkan barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) uang Dollar Amerika sebanyak USD35.000 saat memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019). Dalam OTT tersebut KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, Kepala Bidang Pembanguanan Jalan dan PPK Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar, dan Pemilik PT Enra Sari (ES), Robi Okta Fahlefi serta barang bukti uang 35 ribu USD terkait kasus dugaan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. 

Penyerahan uang 35.000 Dollar AS merupakan bagian dari 10 persen fee yang diterima Bupati Ahmad Yani dari pengusaha rekanan proyek, Robi.

Basaria mengatakan, kasus suap ini bermula saat Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim melaksanakan pengadaan pekerjaan fisik berupa pembangunan jalan untuk Tahun Anggaran 2019 pada awal 2019.

Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut diduga terdapat syarat pemberian commitment fee sebesar 10 persen sebagai syarat terpilihnya kontraktor pekerjaan.

Namun, dalam proses itu, Ahmad Yani selaku bupati membuat persyaratan khusus kepada para calon pelaksana pekerjaan fisik di Dinas PUPR Muara Enim.

Dia meminta kegiatan pengadaan dilakukan satu pintu melalui orang kepercayaannya, yakni Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen di Dinas PUPR Muara Enim, Elfin Muhtar.

Singkat cerita, Robi Okta Fahlefi selaku pemilik PT Enra Sari, bersedia memberikan commitment fee sebesar 10 persen sebagaimana diminta sang bupati.

Dan pada akhirnya, perusahaan milik Robi mendapatkan 16 paket pekerjaan dengan nilai total sekitar Rp 130 miliar.

KPK telah menetapkan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, bersama Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar, sebagai tersangka penerima suap sekitar Rp14 miliar dari pihak kontraktor atas proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Sementara, pemilik PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi, sebagai tersangka pemberi suap. Ketiga telah ditahan di rutan berbeda di Jakarta. 

ILUSTRASI - Pempek
ILUSTRASI - Pempek (TRIBUN KALTIM/ JINO PRAYUDI KARTONO)

Sosok Elfin Muchtar

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved