Berita Samarinda Terkini

Sekot Merasa Kasihan Pada Walikota Samarinda Kerap Terima Pesan SMS dan WhatsApp Soal PDAM

Perumda PDAM Tirta Kencana Samarinda meminta maaf untuk terganggunya layanan fasilitas air, yang terdampak dibeberapa wilayah di Samarinda.

Sekot Merasa Kasihan Pada Walikota Samarinda Kerap Terima Pesan SMS dan WhatsApp Soal PDAM
Tribunkaltim.Co/cahyo Wicaksono Putro
Perbaikan pipa di Jl. DI. Panjaitan, Samarinda Utara oleh PERUMDA PDAM Tirta Kencana Samarinda, Kamis (29/8/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Keluhan pelanggan air bersih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan PDAM Tirta Kencana Samarinda, Kalimantan Timur.

Tak ingin keluhan warga terus berlarut, seluruh jajaran Direksi PDAM dipanggil oleh Sekretaris Kota Samarinda, maksud dan tujuannya ialah, agar para Direksi tersebut bisa memaparkan permasalahan dan kendala di lapangan.

“Pertemuan dadakan ini sebenarnya mengevaluasi kinerja PDAM yang selama ini terus dikeluhkan masyarakat. Ditambah masukan dari dewan pengawas terhadap kinerja PDAM selama kepemimpinan para direksi yang baru,” tutur Sekretaris Kota (Sekot) Samarinda Sugeng Chairuddin, Jumat (6/9/2019).

Dalam rapat tadi sambung Sekda, Direktur PDAM harus bisa memberikan penjelasan terkait keluhan mulai dari pendistribusian hingga kualitas air yang sampai ke rumah warga. “Kasihan Pak Wali kerap terima Keluhan warga mulai dari SMS, WhatsApp hingga di Medsos terkait pelayanan air bersih. Saya minta lewat rapat siang ini kita bisa ketemukan apa masalahnya? Adakah solusinya,” timpal Sugeng.

Sementara, itu, Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Nor Wahid Hasyim mengatakan apa yang seliweran soal keluhan di media sosial terkait keluhan pelayanan air bersih sebagian tidak benar. "Ada keluhan di suatu daerah tetapi saat di kroscek di sana ternyata rumah kosong," ujarnya.

Kendati demikian ia mengakui, memang saat ini kuantitas pelayanan air yang diberikan pihaknya masih kurang. "Bukan berarti PDAM diam saja, melainkan kata dia pihaknya terus melakukan perbaikan untuk mengejar sesuai standar pelayanan yang diharapkan masyarakat," paparnya. 

Melingkupi hak dasar warga atau masyarakat yang sulit ataupun tidak mendapatkan air bersih di Kalimantan Timur.

Sedangkan masyarakat sendiri, wajib membayar iuran air bulanan.

Menguak persoalan hak masyarakat, untuk mendapatkan fasilitas air bersih, bagi setiap kepala keluarga.

Sementara saat ini masih banyak warga yang tidak mendapatkan haknya, yang banyak diakui oleh masyarakat.

Halaman
1234
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved