Drama India

Sinopsis Drama India Ishq Mein Marjawan Episode 47, Jumat (6/9/2019): Hati Arohi Tersayat Lihat Deep

Serial drama India Ishq Mein Marjawan telah memasuki episode 47 pada hari ini, Jumat (6/9/2019).

Sinopsis Drama India Ishq Mein Marjawan Episode 47, Jumat (6/9/2019): Hati Arohi Tersayat Lihat Deep
Instagram/@antv_official
Sinopsis Drama India Ishq Mein Marjawan Episode 47, Jumat (6/9/2019): Hati Arohi Tersayat Melihat Deep 

Virat mengatakan aku tahu aku telah melakukan banyak hal, tetapi tolong izinkan aku berbicara dengannya. Deep mendorongnya dan berkata menjauhlah dari istriku, bagaimana kau bisa keluar dari penjara. Virat bilang aku ditebus, jika aku mau, aku akan pergi ke suatu tempat tetapi aku datang ke sini karena aku bertobat, tolong dengarkan apa yang ingin ku katakan.

Tara meminta Deep membiarkan Virat bicara karena Virat tidak tahu aku Tara, tapi dia kakakku. Deep mengatakan kamu adalah Arohi untuknya juga dan Arohi membenci Virat. Tara berkata aku akan menangani semuanya tetapi aku ingin tahu apa yang ingin disampaikan Virat. Deep mendapat telepon dan terkejut. Dia bergegas keluar.

Arohi memasuki rumah. Dia melihat foto Deep dan mengatakan setiap kali aku melihat wajahmu aku ingat apa yang kau lakukan,kamu tidak mencintaiku, aku membenci mu. Dia minum air dan melihat sekeliling. Deep memasuki rumah dan membekap Arohi dari belakang. Dalam kegelapan Arohi melawan Deep dan lari. Deep berlari mengejar Arohi dan menarik kakinya tetapi Arohi berlari, dia bersembunyi di sebuah kamar. Deep melihat sekeliling untuknya. Arohi berlari ke bawah.

Virat berkata kepada Tara aku melakukan semua itu untuk adikku Tara dan dia mengirim ku ke penjara, Tara menghancurkan kehidupan semua orang. Tara marah mendengar ucapan Virat. Virat mengatakan ibu dan ayah ku meninggal karena Tara, dia bebas dan tidak seharusnya, dia adalah iblis, aku salah denganmu, aku ingin membantumu, tolong maafkan aku. Tara dalam hati wow Virat, kau mengkhianati kepercayaan mu.

Deep menampar penjaga dan mengatakan seseorang memasuki rumah dan kau tidak melakukan apa-apa di sini. Dia menunjukkan gambar Arohi. Penjaga mengatakan ya itu dia. Deep mengatakan aku harus menangkapnya sebelum dia menemukan hal-hal yang seharusnya tidak dia temukan, itu akan berbahaya bagi kita semua.

Arohi berlari di jalan setelah sempat mencuri ponsel dari rumah itu. Ponsel terkunci tapi terbuka dengan sensor wajahnya. Arohi bingung. Dia mengatakan bagaimana ponsel ini mengenali wajahku. Dia melihat semua kontak, semuanya adalah kata kode. Arohi mencoba menelpon satu persatu tapi mereka tidak bereaksi, Arohi mengatakan apa yang terjadi.

Sudha datang ke Arohi dan mengatakan mencemaskannya, aku berada di tempat kakak ku tetapi aku khawatir pada mu, ikut aku pulang.

Arohi datang ke rumah Sudha. Dia mengatakan ini adalah rumah saudaraku, kau bisa beristirahat di sini. Arohi duduk. Sudha mengatakan biarkan aku mengambilkan sesuatu untukmu. Dia berkata tidak ada susu, aku akan keluar dan mengambilkan sesuatu untukmu.

Arohi berdoa agar ditunjukkan jalan. Arohi melihat surat di jendela dan itu untuknya. Surat itu tertulis aku tahu kamu adalah Arohi, aku tahu apa yang terjadi dengan mu, datanglah ke halaman kosong dan akan ku ceritakan semuanya.

Arohi datang atas permintaan surat dan menunggu, seorang wanita dengan wajah tertutup datang, Arohi menatapnya dan mendekatinya. Seseorang dengan memhawa tongkat datang dari arah belakang dan memukul kepala Arohi hingga dia jatuh dan pingsan. Gadis berpenutup tadi berlari.

Halaman
1234
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved