Berita Berau Terkini

Direstui Menteri Lingkungan Hidup, Pemkab Berau Bakal Relokasi Bekantan ke Pulau Maratua

Menurut Agus, restu yang didapat dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, karena sudah melalui konsultasi.

Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Maratua juga memiliki hutan mangrove yang dianggap sesuai dengan habitat bekantan yang hidup di hutan mangrove di daratan utama. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEBPemkab Berau, Kalimantan Timur berencana merelokasi bekantan yang banyak ditemukan wilayah ini.

Relokasi ini bertujuan untuk menjaga populasi bekantan dalam satu kawasan agar tidak terlalu padat sehingga mengurangi bersinggungan dengan area perkebunan masyarakat.

Selain itu, relokasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Maratua, karena rencananya, beberapa ekor bekantan memang akan direlokasi ke pulau wisata ini.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengaku telah menyampaikan usulan ini kepada Mneteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta telah mendapat restu dari Menteri Siti Nurbaya.

“Saya sudah menemui ibu menteri dan minta izin untuk merelokasi beberapa ekor bekantan ke Pulau Maratua,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co.

Menurut Agus, restu yang didapat dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, karena sudah melalui konsultasi agar tidak melanggar undang-undang perlindungan flora dan fauna.

“Dalam undang-undang, demi kepentingan daerah diperbolehkan untuk merelokasi (bekantan). Kepentingan daerah itu kan termasuk pariwisata,” ujarnya.

Meski demikian, Agus Tantomo mengakui, perlu ada kajian lebih lanjut sebelum melakukan relokasi, termasuk menyediakan tempat untuk bekantan yang akan direlokasi ke Pulau Maratua.

“Tapi kalau diperhatikan, bekantan kan banyak di sana (Pulau Besing dan sekitarnya), mereka hidup di hitan mangrove,” jelas Agus.

Jika melihat habitanya, Agus Tantomo optimistis, bekantan dapat beradaptasi di Pulau Maratua. Karena menurutnya, di Pulau Maratua juga banyak hutan mangrove.

Banyak pohon mangrove di Maratua dan kalau kita perhatikan, mereka (bekantan) bisa hidup di mana saja.

Seperti di Tarakan sehari-hari dikasi makan pisang.

"Jadi kalau saya lihat, Bekantan ini tidak ada makanan yang khusus, mereka sangat mudah beradaptasi,” kata Agus.

Karena masih harus melakukan banyak persiapan untuk melakukan relokasi bekantan, Agus Tantomo belum dapat memastikan, berapa jumlah bekanatan yang akan direlokasi ke Pulau Maratua.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved