Gubernur Kaltara Minta Penambahan Kuota Produksi Batubara Sebesar 13 Juta Ton ke Kementrian ESDM

Gubernur Kalimanta Utara Irianto Lambrie mengungkapkan, surat usulan penambahan kuota produksi batubara tersebut telah disampaikan ke Kementerian ESDM

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
PEREKONOMIAN - Lebih dari separuh PDRB Kabupaten Berau berasal dari sektor pertambangan. Saat harga komoditas batubara anjlok, berdampak signifikan terhadap perekonomian di wilayah ini. 

Bank Indonesia Luncurkan QRIS, Satu QR Code untuk Semua Pembayaran

Langkah Tiongkok melakukan hal ini, dijelaskan Tutuk, untuk mendukung penjualan batubara domestik Tiongkok yang mulai kehilangan kompetitifnya karena harga batubara Tiongkok di pasar internasional yang terus turun.

Meski demikian, dituturkan Tutuk, Kaltim tidak perlu khawatir. Sebab, lapangan usaha konstruksi akan kembali meningkat.

"Meskipun dari sektor batubara melamban. Tapi, lapangan usaha konstruksi diperkirakan kembali meningkat untuk mengejar target penyelesaian pembangunan proyek-proyek pemerintah di akhir tahun 2019.

Agustus lalu, Kaltim tercatat mengalami deflasi sebesar -0,19 persen atau turun dibandingkan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,30 persen," tuturnya.

Pada sisi lain pula, Tutuk menjelaskan, BI Kaltim juga mencanangkan adanya upaya peningkatakan ekonomi masyarakat.

Seperti, dibeberkan olehnya, BI mencanangkan penanaman cabai oleh masyarakat Kaltim. Hal ini dikarenakan, harga cabai yang sempat meroket beberapa waktu lalu.

"Berbicara inflasi. Penyebab inflasi terbesar itu dihasilkan dari sektor pangan. Kita harus mesti menggeser kebutuhan kita akan produksi batubara kepada komoditas kelompok makanan.

Di mana, melihat persoalan terakhir kita mengalami adanya kenaikan harga cabai mencapai 100 persen. Dan kita harus menyelesaikan persoalan itu," tandasnya.

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Tutuk SH Cahyono menjelaskan perekonomian Kaltim saat konferensi pers, pada Selasa (3/9/2019), pukul 14.00 WITA, di Kantor BI Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Tutuk SH Cahyono menjelaskan perekonomian Kaltim saat konferensi pers, pada Selasa (3/9/2019), pukul 14.00 WITA, di Kantor BI Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. (TRIBUN KALTIM/ PURNOMO SUSANTO)

Tutuk menyadari, sebagian besar kebutuhan pangan di Kaltim berasal dari luar Kaltim.

Namun, mengupayakan terlepasnya ketergantungan masyarakat Kaltim dengan pasokan dari luar kaltim, Tutuk menjelaskan, pemerintah juga dapat mengupayakan setiap komoditas makanan yang berpotensi meningkatkan inflasi bisa disediakan oleh petani di Kaltim.

"Seperti halnya bawang putih. Hampir seluruh kebutuhan bawang putih di Kaltim ini disediakan oleh pihak dari luar Kaltim.

Bahkan, dari luar negri. Nah, kalau bawang putih ini bisa ditanam di Kaltim maka akan lebih baik.

Ya sama dengan cabai tadi. Sehingga, kalau harga nasional cabai dan bawang putih naik maka Kaltim tidak akan terpengaruh," bebernya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved