Lagi Patroli, Polisi Temukan Kayu Ulin Ilegal di Pesisir Kutim

Lama tak terdengar, ilegal logging ternyata masih marak di wilayah hukum Polres Kutai Timur.

Lagi Patroli, Polisi Temukan Kayu Ulin Ilegal di Pesisir Kutim
HO/ Polres Kutim
Barang bukti kayu dan truk pengangkut kayu yang diamankan jajaran Satreskrim Polres Kutim 

TRIBUNKALTIM.CO – Lama tak terdengar, ilegal logging ternyata masih marak di wilayah hukum Polres Kutai Timur.

Hal ini terungkap saat jajaran unit Panther, Satreskrim Polres Kutai Timur mengamankan satu unit dump truk berisi kayu ulin dan kapur sebanyak 6 kubik, yang diangkut tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).

Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan mengatakan terkuaknya kasus tersebut bermula saat tim andalan Satreskrim Polres Kutai Timur melakukan patroli di kawasan Kecamatan Sangkulirang, awal September lalu.

“Kami terima informasi adanya dugaan kasus ilegal loging di kawasan pesisir Kutai Timur. Kemudian dilakukan patroli oleh tim dari jajaran Satuan Reskrim dan penyelidikan di lapangan.

Hasilnya, ternyata benar. Ada sebuah truk yang kedapatan mengangkut kayu ulin, yang merupakan kayu dilindungi tanpa surat-surat,” ungkap Teddy, Minggu (8/9/2019).

Lelang Truk Hasil Illegal Logging Tidak Diminati, Ini Penyebabnya

Illegal Logging Kembali Marak, 10 Kubik Kayu Bodong Disita Aparat

Kerbau Disita, Danyon Yakin Illegal Logging Bakal Terhenti

Pengungkapan, kata Teddy terjadi di Desa Mandu Dalam Km 12 Kecamatan Sangkulirang. Truk tersebut didapati polisi pas melintas di portal security salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan pesisir Kutim.

“Di dalam truk itu ada, pengemudi, Khairul dan dua orang buruh angkut, yakni Rosadi dan Safaruddin. Saat ditanya terkait dokumen dan izin angkut, ketiganya tidak dapat menunjukkan,” ujar Teddy.

Ketiganya pun langsung digelandang ke Makopolres Kutim untuk diproses lebih lanjut. Sopir yang bernama Khairul diamankan sebagai tersangka.

Sedangkan dua buruh angkut sebagai saksi. Kayu sebanyak 6 kubik berikut truk pengangkutnya juga sudah berada di halaman Polres Kutim, sebagai barang bukti perkara.

Mereka dianggap melanggar undang undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Yakni, setiap orang dengan sengaja mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) dan atau orang perseorangan yang dengan sengaja melakukan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa memiliki dokumen yang merupakan surat keterangan sahnya hasil hutan sesuai dengan ketentuan dijerat hukuman lima tahun pidana kurungan.

(*)

Kelabui Petugas, Dua Pelaku Illegal Logging Angkut Kayu dengan Dump Truck

Pelaku Illegal Logging Jual Kayu Ulin di Sulsel karena Harga Lebih Tinggi

ITK dan Lapan Kembangkan Drone untuk Pantau Illegal Logging

Permenhut 43 Tahun 2014 untuk Tekan Illegal Logging

Polres Nunukan Amankan Pelaku Illegal Logging

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved