Ibu Kota Baru

Lantaran Penajam Paser Utara jadi Lokasi Ibu Kota Baru RI, Ada Ide Buat Rumah Singgah Untuk Hal Ini

Pihak Dinas Sosial Penajam Paser Utara, mengakui saat ini masih bisa mengatasi apabila ditemukan warga terlantar, intensitasnya pun tidak banyak.

Lantaran Penajam Paser Utara jadi Lokasi Ibu Kota Baru RI, Ada Ide Buat Rumah Singgah Untuk Hal Ini
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
ILUSTRASI - Anak Putus Sekolah Belajar di Rumah Singgah Borneo Madani, Samarinda. Lantaran Penajam Paser Utara menjadi lokasi ibu kota baru Negara Indonesia maka pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, berupaya mengadakan Rumah Singgah. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Lantaran Penajam Paser Utara menjadi lokasi ibu kota baru Negara Indonesia maka pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, berupaya mengadakan Rumah Singgah

Pengadaan Rumah Singgah akan diupayakan Dinas Sosial setempat, menyusul penetapan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Kepala Dinas Sosial PPU, Bagenda Ali menyebutkan, tidak adanya rumah singgah di PPU merupakan kendala yang dihadapi, jika ditemukan warga terlantar.

Rumah singgah Dinas Sosial diperuntukkan bagi anak jalanan, berhadapan dengan hukum, gelandangan dan pengemis, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga wanita tuna susila (WTS).

Pihak Dinas Sosial Penajam Paser Utara, mengakui saat ini masih bisa mengatasi apabila ditemukan warga terlantar, intensitasnya pun tidak terlalu banyak.

Namun, tidak menutup kemungkinan, jika pemindahan pusat pemerintahan di PPU akan meningkatkan masalah sosial.

"Tidak menutup kemungkinan nanti saat sudah menjadi IKN, masalah-masalah sosial akan meningkat," katanya, Minggu (8/9/2019).

Diakuinya, dalam beberapa bulan, Dinas Sosial sudah menangani 7 warga terlantar, khusunya ODGJ, dan beberapa diantaranya sudah dibawa ke Rumah Sakit Atma Husada Mahakam Samarinda untuk mendapatkan penanganan.

"Rencananya, kita akan kerja sama dengan Balai Rehabilitasi Mental di Banjarmasin, karena disana perawatan bisa sampai satu tahun," tambahnya.

Pengadaan rumah singgah, menurut Bagenda amat dibutuhkan. Rencananya, pengusulan pengadaan rumah singgah tersebut akan diusulkan tahun 2020 mendatang. Sepaket dengan Kantor Dinas Sosial yang kondisinya perlu ditinggatkan demi memaksimalkan pelayanan.

Halaman
1234
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved