Pilkada Balikpapan
Andai Yaser Arafat Hadapi Rahmad Masud di Panggung Politik Pilkada Balikpapan, Begini Jawabannya
Tak berlebihan jika Yaser Arafat jadi rookie politik penantang serius para kandidat bacalon kepala daerah pada Pilkada Balikpapan atau Pilkada 2020.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Yaser Arafat Syahrir boleh dikatakan jadi kandidat non parpol yang tak bisa dipandang sebelah mata dalam panggung Pilkada Balikpapan.
Demikian untaian pandangan yang disampaikan beberapa pengamat politik di Balikpapan kepada Tribunkaltim.co.
Kendati masih terbilang muda popularitasnya di Kota Balikpapan terbilang moncer.
Aktif di berbagai organisasi masyarakat hingga saat ini jadi Ketua Kadin Balikpapan jadi bekal pengalaman kepimpinannya.
Selain itu ia putra dari tokoh masyarakat Syahrir di kota berjuluk Madinatul Iman.
Tak berlebihan jika Yaser Arafat jadi rookie politik alias penantang serius para kandidat bacalon kepala daerah pada Pilkada Balikpapan atau Pilkada 2020 mendatang.
Namun, saat ditanya persiapan bertarung dalam kontestasi politik 5 tahunan di Balikpapan, Yaser Arafat selalu mengaku biasa saja.
"Ya, biasa saja. Saya mengalir dan pasrahkan semua kepada suara masyarakat dan tuhan," tuturnya kepada Tribunkaltim.co pada Senin (9/9/2019) siang.
Pun saat disinggung kesiapan bentrok dengan calon petahana di Balikpapan, Rahmad Masud yang juga merupakan calon kuat duduk menggantikan kursi Rizal Effendi, kandidat kuat di Pilkada 2020 mendatang.
"Melawan petahana atau tidak, saya serahkan mekanisme partai PDIP. Kalau saya diusung dan memang demi kepentingan Balikpapan, lalu pada akhirnya kita pun bertemu, saya pikir itu pertemuan sangat indah. Petahana Rahmad Masud yang kemungkinan besar maju, itu saya punya abang," ungkapnya.
"Saya meyakini beliau orang baik. Tergantung selera masyarakat saja. Pemimpin bukan pengakuan diri sendiri," sambungnya.
Untuk diketahui, Yaser Arafat telah mengambil formulir pendaftaran di penjaringan PDIP untuk Pilkada 2020 Balikpapan belum lama ini.
Usai secara personal diundang PDIP untuk berkontribusi dalam pemjaringan bacalon Pilkada Balikpapan.
Pertemuan politik dengan turut serta membawa berbagai elemen masyarakat tersebut, cukup membuktikan dirinya tak main-main terjun ke dalam dunia politik.
Dikejar soal pasangan yang dia inginkan, Yaser mengatakan bersemangat bila bertemu dengan sosok yang merakyat.
"Yang bisa diterima masyarakat. Bermanfaat bagi kemajuan Balikpapan," ucapnya.
Saat disinggung peluang maju secara independen bila tak diterima partai politik. Yaser menyebut politik itu dinamis, di dalamnya semua serba mungkin.
"Semua kemungkinan ada," tuturnya.
Sebelumnya, pada Jumat (6/9/2019) ditemani rombongan lintas elemen masyarakat Yaser Arafat yang mengenakan kemeja hitam lengkap dengan kopiah nasional mendaftar di penjaringan bakal calon kepala daerah PDIP Kota Balikpapan, Kalimantan Timur untuk Pilkada 2020 atau Pilakda Balikpapan.
Tokoh muda Balikpapan ini akhirnya membulatkan niatnya untuk meramaikan kontestasi politik Pilkada 2020 Balikpapan. Ia jadi kandidat kelima setelah Ahmad Basir, Sabaruddin, Eddy Tarmo dan Rosyidi yang lebih dulu mendaftar di PDIP Balikpapan.
Dari pantauan Tribunkaltim.co, ruang pertemuan lantai 2 sekretariat DPC PDIP penuh sesak dengan rombongan lintas masyarakat yang mengantar Yaser Arafat.
Mulai dari unsur pasar, pelabuhan, transportasi, paguyuban, olahraga, milenial dan industri kreatif, pelaku usaha, tokoh agama muslim maupun non muslim.
"Saya mewakil teman-teman terpanggil dan dipanggil sekaligus mendaoat undangan dari partai terbesar di Indonesia. Itu sebuah kehormatan mewakili teman seluruh unsur bisa hadir dan turut mendaftar," katanya, usai mengambil formulir pendaftaran.
Lebih lanjut, terkait hasil dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada internal PDIP, soal menentukan yang bacalon terbaik.
"Apapun keputusannya saya terima secara legowo, ikhlas dan tulus. Keputusan terakhir, saya serahkan kepada Alloh SW. Intinya mengalir saja," ungkapnya.
Ditanya mengapa baru mendaftar hari ini, Yaser mennyebut hari Jumat sebagai rajanya hari bagi keyakinannya.
"Karena hari ini hari yang terbaik, yang mulia, hari jumat. Kedua bulan juga baik, yakni muharam. Saya kira ini waktu yang terbaik," ucapnya.
Disinggung apakah bakal mendaftar di penjaringan partai lain, Ketua Kadin Balikpapan ini mengatakan kemungkinan bisa saja terjadi.
Ia menyebut kedatangannya mendaftar PDIP tak lepas dari undangan partai belambang banteng tersebut.
Ditambah lagi, pernah bertemu dan diminta Ketua DPD PDIP Kalimantan Timur Irjen Pol (purn) Safaruddin untuk ikut dalak penjaringan bacalon kepala daerah melalui PDIP.
"Dengan beliau sudah ketemu (Safaruddin) diharapakan saya untuk bisa ikut berkontribusi dalam penjaringan di PDIP. Mungkin stok kurang yang anak muda, saya juga masih perlu belajar, namun dianggap cukup layak berkontribusi di penjaringan ini," bebernya.

Di tempat terpisah, kontestasi Pilkada Bontang, Kalimantan Timur mulai memunculkan nama kandidat.
Teranyar, dua nama mengambil formulir pendaftaran dalam penjaringan PDIP Kota Bontang, Kalimantan Timur yang mulai dibuka sejak, Senin (2/9/2019).
(Tribunkaltim.co)