Ibu Kota Baru

Dirut Jasa Marga Sebut Tol Balsam di Kalimantan Timur akan Terhubung dengan Bandara SAMS Sepinggan

Salah satunya, jalan tol ini akan terhubung langsung Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, 11 Km dari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dirut Jasa Marga Sebut Tol Balsam di Kalimantan Timur akan Terhubung dengan Bandara SAMS Sepinggan
Tribunkaltim.co/Nevrianto HP
GERBANG TOL PALARAN-Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit,(tengah) bersama Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Aryani ( kanan) saat menjawab pertanyaan pers di gerbang tol Samarinda-Balikpapan, segmen Palaran Kota Samarinda Kalimantan Timur, Minggu (8/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung penuh rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke wilayah dua Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Salah satu jalan tol yang dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, jalan tol Balikpapan-Samarinda, akan melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara yang hingga awal September 2019 ini hampir rampung 100 persen.

Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani menyoroti percepatan penyelesaian jalan tol Balikpapan-Samarinda atau Tol Balsam mengingat jalan tol pertama di Pulau Kalimantan ini pasti menjadi cikal bakal pembangunan infrastruktur lainnya untuk mengembangkan suatu kawasan ekonomi terpadu.

“Salah satunya, jalan tol ini akan terhubung langsung Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, 11 Km dari Balikpapan. Dapat diproyeksikan juga jalan tol ini akan mendapatkan bangkitan lalu lintas karena berperan sebagai penghubung Ibu Kota Negara dengan dua daerah utama lainnya, yaitu Balikpapan dan Samarinda,” ujar Desi kepada Tribunkaltim.co pada Minggu (8/9/2019). 

Sementara itu, Direktur Utama PT JBS STH Saragi optimis dapat memenuhi target jumlah kendaraan yang melintasi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda per harinya.

“Saat ini kami menargetkan sekitar 10.000 kendaraan dapat melewati jalan tol ini setiap harinya. Kami optimis angka tersebut dapat tercapai, bahkan lebih dari itu, karena Samboja sebagai daerah yang dilewati jalan tol ini telah resmi wilayahnya menjadi bagian dari ibu kota negara yang baru,” jelas Saragi.

Saragi berharap, rampungnya pengerjaan Jalan tol Balikpapan-Samarinda ini dapat menjadi sarana dasar pengembangan ibu kota negara baru, serta turut mendukung percepatan distribusi barang dan jasa antara dua kota tersebut yang dapat memangkas waktu perjalanan non jalan tol yang sebelumnya mencapai 3-4 jam, menjadi hanya 1 jam.

"Jadi lewat tol ini perjalanan jadi bisa lebih cepat," tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit mengatakan, Jalan tol Balikpapan-Samarinda memiliki total panjang 99,350 Km terdiri dari lima seksi, yaitu Seksi V ruas Balikpapan (Km 13) – Sepinggan (11,500 Km), Seksi I ruas Balikpapan (Km 13) – Samboja (22,025 Km), Seksi II ruas Samboja – Muara Jawa (30,975 Km), Seksi III Muara Jawa – Palaran (17,300 Km) dan Seksi IV Palaran – Samarinda (17,550 Km).

Lanjutnya, Jalan tol yang memiliki investasi sebesar Rp 9,9 triliun ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), dimana dari lima seksi jalan tol, Pemerintah memberikan dukungan konstruksi di Seksi V dan Seksi I dengan total panjang 33,115 Km yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved