Berita Kukar Terkini

Kisah Rina Membuka Taman Bacaan Bunga Kertas Kutai Kartanegara karena Panggilan Tuhan

Ia merintis taman baca karena terinspirasi dari rekan komunitas penulis dan seniman di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kisah Rina Membuka Taman Bacaan Bunga Kertas Kutai Kartanegara karena Panggilan Tuhan
TribunKaltim.Co/Rahmad Taufik
Walrina, warga Desa Beringin Agung, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara membuka Taman Bacaan Bunga Kertas. Dia memanfaatkan ruang depan rumahnya untuk jadi ruang baca bagi anak-anak sekitar. 

"Pada awal-awal agak susah mengajak anak-anak baca buku sehingga saya mengajari mereka gambar dan mewarnai untuk menarik perhatian mereka," ujarnya.

Niat baik Rina mendapat respons luar biasa dari masyarakat sekitar. Pihak desa juga mendukung usaha Rina menumbuhkan minat baca di desanya. Koleksi awal buku sekitar 50 buku bacaan.

Buku ini merupakan koleksi pribadi milik Rina, termasuk buku-buku karyanya sendiri. Rina dikenal sebagai penulis artikel, cerpen, puisi dan novel.

Seiring perjalanannya, Taman Bacaan Bunga Kertas mendapatkan sumbangan koleksi buku.

"Sumbangan buku ini diperoleh dari teman-teman penulis dan komunitas, sekarang koleksi buku kita sudah mencapai 1.000 lebih," ujar Rina.

Jenis buku yang didonasikan kebanyakan komik anak-anak. Buku komik ini dipinjam dan dibawa pulang anak-anak. "Koleksi komik ini sudah dibaca semua oleh anak-anak, mereka nggak ke sini lagi karena saya belum mendapatkan koleksi terbaru, jadi saya harus cari buku bacaan baru," kata Rina.

Taman bacaan ini buka sampai pukul 22.00. Ia mengaku buka taman bacaan ini karena panggilan dari Tuhan. Rina tersentuh melihat anak-anak di Desa Beringin Agung.

"Latar belakang pendidikan saya tidak terlalu bagus, saya berharap taman baca ini bisa memberi manfaat supaya anak-anak ke depan bisa lebih baik lagi, tidak seperti saya lah," ucapnya.

Di taman bacaan ini, Rina juga merangkul ibu-ibu sekitar untuk berkreasi bikin kerajinan dari barang-barang bekas. Ia membentuk kelompok Mamuja (Mama Muda Samboja).

"Kami bikin tas rajut dan vas bunga, tiap Kamis sampai Minggu sore. Kami rutin kumpul di sini," ujar ibu dari seorang putri ini.

Halaman
1234
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved