Berita Kukar Terkini

Kisah Rina Membuka Taman Bacaan Bunga Kertas Kutai Kartanegara karena Panggilan Tuhan

Ia merintis taman baca karena terinspirasi dari rekan komunitas penulis dan seniman di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kisah Rina Membuka Taman Bacaan Bunga Kertas Kutai Kartanegara karena Panggilan Tuhan
TribunKaltim.Co/Rahmad Taufik
Walrina, warga Desa Beringin Agung, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara membuka Taman Bacaan Bunga Kertas. Dia memanfaatkan ruang depan rumahnya untuk jadi ruang baca bagi anak-anak sekitar. 

Selain itu, taman bacaan ini juga dipakai para pelajar SMA untuk latihan tari tradisional, baca puisi, musik dan teater. Dengan didirikan taman bacaan ini, Rina berharap ke depan anak-anak menjadi generasi yang cerdas, kreatif dan inovatif.

"Apa yang ada di sini bisa memberikan manfaat buat anak-anak supaya mereka punya nilai untuk bersaing dengan yang lain," ucap Rina.

Sama halnya, di tempat terpisah, Muhammad Sadeli atau akrab disapa Ali merupakan pemuda asli Samboja yang memiliki ketertarikan pada dunia sastra.

Untuk menularkan dan menumbuhkan minat warga terhadap dunia sastra Indonesia.

Dia mengembangkan dan mengelola Macan Dahan dengan merangkul beberapa rekan pemuda lainnya.

Macan Dahan yang dimaksud di sini bukan nama hewan sejenis kucing liar ukuran sedang dengan bulu kecokelatan disertai bintik hitam yang banyak dijumpai di Kalimantan dan Sumatera.

Namun Macan Dahan merupakan akronim dari Taman Bacaan dan Rumah Latihan yang didirikan sejak 2010 silam.

Berangkat dari kurangnya minat baca dan ketertarikan pada dunia sastra Indonesia yang kaya, Ali mendirikan Macan Dahan.

Beberapa koleksi buku sastra karya pujangga dan penulis ternama Indonesia memenuhi beberapa rak.

Sebut saja Salah Asuhan karya Abdoel Moeis.

Halaman
1234
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved