Pengungsi Rohingya tak Dapat Diterima di Lembaga Pendidikan Formal di Bangladesh

Rohingya tidak dapat diterima di universitas kami, karena mereka adalah pengungsi, kata Abul Kashem, kepala lembaga pendidikan internasional itu

Pengungsi Rohingya tak Dapat Diterima di Lembaga Pendidikan Formal di Bangladesh
(AFP / MUNIR UZ ZAMAN)
Kamp pengungsian warga Rohingya di Kutupalong, Ukhia, Bangladesh. 

TRIBUNKALTIM.CO, DHAKA - Sebuah universitas di Bangladesh menolak seorang mahasiswa yang akan belajar di satu kampus di negara itu.

Isu SARA masih sangat kental di Banglades dan diskriminatif terhadap warga Rohngya.

Rahima Akter Khushi seorang mahasiswa dari pengungsi Rohingya yang ditolak mengaku terus berjuang untuk menggapai cita-citanya.

Dilansir dari Kompas.com, peraturan yang berlaku di Bangladesh melarang pendidikan formal bagi para pengungsi.

Universitas Internasional Cox's Bazar mengumumkan telah menangguhkan status

mahasiswa Rahima Akter Khushi (20) dan menyatakan bakal menyelidiki kasusnya.

Sementara media lokal melaporkan bahwa dia telah menyembunyikan identitasnya sebagai pengungsi Rohingya saat mendaftar.

"Rohingya tidak dapat diterima di universitas kami, karena mereka adalah pengungsi," kata Abul Kashem, kepala lembaga pendidikan internasional itu.

"Orang asing dapat belajar di sini, tetapi mereka harus mengikuti prosedur yang ada," tambahnya, dikutip AFP.

Kashem mengatakan, perempuan muda itu telah menggunakan dokumen yang menunjukkan bahwa

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved