PKS Tetap Akomodir Kadernya di DPRD Balikpapan yang Tergabung Dalam Garbi, Ini Alasannya
Ketua DPD PKS Balikpapan, Sonhaji mengaku tetap mengakomodir kadernya di DPRD Balikpapan yang tergabung dalam Garbi
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - PKS Balikpapan tetap mengakomodir kadernya di parlemen yang terindikasi berafiliasi dengan organisasi masyarakat Gerakan Arah Baru Indonesia atau Garbi.
Hal itu diungkapkan, Ketua DPD PKS Balikpapan Sonhaji kepada Tribunkaltim.co, Senin (9/9/2019).
Ia tak menampik terjadi friksi atau pergeseran yang menimbulkan perbedaan pendapat di internal PKS.
Tak hanya di Balikpapan, namun di daerah lain hingga tingkat pusat.
"Teman-teman yang mengambil sikap bergabung dengan ormas baru itu (Garbi), tetap kita akomodir di Fraksi PKS.
Kecuali mereka memutuskan pilihan tak mau bergabung dengan PKS lagi," katanya.
Untuk diketahui Pileg 2019 lalu, PKS berhasil memeroleh 6 kursi di DPRD Balikpapan.
Tiga di antara 6 caleg yang duduk di parlemen, dari informasi yang dihimpun terindikasi berafiliasi dengan Garbi.
"Karena mereka punya KTA (kartu tanda anggota) PKS, kemudian masih mengikuti aturan-aturan di PKS, ya kita akomodir," tuturnya.
Ditegaskan Sonhaji, selama kader PKS yang memutuskan hijrah ke ormas tersebut mengikuti aturan AD/ART partai, pihaknya akan tetap mengakomodir.
Faktanya sampai saat ini kader yang bahkan terang-terangan menggunakan atribut Garbi, masih bertahan di PKS.
• Garbi Mau jadi Parpol, Mardani Ali Sera Ingatkan Fahri Hamzah cs Jangan Ambil Kader PKS
• Bentuk Ormas Garbi, Mana yang Didukung Fahri Hamzah, Jokowi atau Prabowo?
• Ini Kata Bawaslu Kaltim soal Penggunaan Simbol Jempol dan Telunjuk di Deklarasi Garbi
"Kecuali ada hal yang tak sesuai AD/ART, pasti ada hal-hal yang mesti ditegakkan," tuturnya.
Saat ditanya apakah sejauh ini langkah politik kader yang memutuskan bergabung dengan Garbi masih dalam koridor partai, Sonhaji memberikan jawaban mengambang.
"Kita akan evaluasi terus.
Ketentuan-ketentuan yang tak menyimpang aturan partai, tetap mereka diakomodir.
Bukan berati tidak menegakkan aturan, atau tak tegas dengan hal berbeda. Intinya masih di koridor AD/ART, patuh terhadap kebijakan PKS," jelasnya.
Terpisah, saat Tribunkaltim.co mencoba mengonfirmasi salah satu kader PKS yang duduk di DPRD Balikpapan juga terafiliasi dengan Garbi, hingga berita ini diturunkan tak mengangkat panggilan telepon. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/lepas-peserta-jalan-sehat-garbi-kaltim.jpg)