Ibu Kota Baru

Replika Monas di Lokasi Ibu Kota Baru RI Diarak Warga Keliling Kampung, Segini Biaya & Si Pembuatnya

Nah, Monas Replikan diarak oleh warga Keliling kampung ITCI Maridan dengan tinggi kurang lebih 6 meter, dan berat hampir 30 kg.

Replika Monas di Lokasi Ibu Kota Baru RI Diarak Warga Keliling Kampung, Segini Biaya & Si Pembuatnya
Kolase Tribunkaltim.co
Replika Monas di arak warga di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (8/9/2019) pagi. Kawasan ini masuk kategori calon lokasi ibu kota baru bagi Republik Indonesia. 

"Jadi, di Malaysia itu memiliki lokasi-lokasi yang berfungsi berbeda. Kalau lokasi berdagang, ya memang khusus untuk berdagang.

Kalau lokasi pemerintahan untuk pemerintahan. Begitupula, kalau lokasi itu untuk tempat tinggal ya untuk tempat tinggal saja," tambahnya.

Hal itulah, menurut Nazrin, nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Kaltim dalam upaya menyusun draft Pergub Kawasan Non Komersial yang tengah dipersiapkan.

Peta prediksi lokasi ibu kota baru RI di Kalimantan Timur yang masuk dalam wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
Peta prediksi lokasi ibu kota baru RI di Kalimantan Timur yang masuk dalam wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. (Tribunkaltim.co/HO Aman)

Ditanya kapan masukan tersebut disampaikan, ia mengungkapkan belum mendapat arahan.

"Belum ada pemberitahuan kapan kita akan membahas soal pergub itu. Tapi, nanti kalau kita diundang membahas soal itu maka kami akan memberikan masukan salah satunya terkait hal tersebut," tuturnya.

Dengan metode seperti itu, maka pemerintah akan jauh lebih mudah dalam menyelesaikan persoalan limbah dan sampah.

Namun tentunya, banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang tepat untuk menyampaikan masukan terkait hal tersebut.

"Kalau di Malaysia itu ada yang namanya Bandar. Di situ, memang tampatnya berdagang. Tidak lagi tempat hunian ada juga pertokoan di dalamnya," tegasnya.

Bukan hanya soal ini, sesuai dengan tupoksi kami nantinya juga akan menyampaikan saran untuk bagaimana peningkatan perekonomian masyarakat Kaltim bisa terjadi," tandasnya.

Melihat pengalaman saat ini, lokasi ibu kota di Jakarta bercampur dengan lokasi perdagangan, sehingga muncul kemacetan.

Dan sudah barang tentu pula, pemerintah tidak menginginkan hal itu kembali terjadi di lokasi baru ibu kota negara di Kaltim.

"Sudah pasti, kalau bercampur seperti itu dampaknya macet. Tapi kalau dipisahkan maka akan tidak terjadi kemacetan seperti di Jakarta. Memang harus ada pemberlakuan tentang zona-zona tersebut nantinya. Supaya tidak lagi bercampur dengan pusat pemerintahan," katanya.

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved